News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Iran Vs Amerika Memanas

Deretan Jenderal Perang yang Dipecat Trump, Terbaru Kepala Staf Angkatan Darat AS

Penulis: Hasanudin Aco
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PECAT JENDERAL - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memecat sejumlah petinggi militer di tengah perang dengan Iran. /Foto.dok

TRIBUNNEWS.COM, AS - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melalui Menteri Pertahanan Pete Hegseth meminta Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Randy George untuk mengundurkan diri dari jabatannya.

Informasi itu disampaikan seorang pejabat AS yang tidak disebutkan namanya kepada CBS, Kamis 2 April 2026.

Alasan pengunduran diri itu belum diketahui secara pasti.

Namun menurut CBS, Hegseth menginginkan seseorang yang bisa mengimplementasikan visi dirinya dan Presiden Donald Trump untuk Angkatan Darat.

Juru Bicara Pentagon, Sean Parnell, kemudian memposting pernyataan di X yang mengatakan bahwa George akan pensiun dari jabatannya.

"Berlaku segera," kata dia tanpa menyebutkan alasan spesifik.

George adalah perwira militer senior terbaru yang dipecat selama Trump menjabat Presiden AS untuk kedua kalinya.

Pemecatan perwira tinggi Angkatan Darat AS terjadi di tengah perang yang tengah berlangsung dengan Iran dalam sebulan terakhir.

Selama hampir empat dekade karier militernya, George beberapa kali ditugaskan ke Irak dan Afghanistan.

Dia juga pernah dipercaya sebagai orang kepercayaan Menhan Lloyd Austin pada Presiden AS Joe Biden.

Baca juga: Bisnis Anak Donald Trump di Balik Perang Iran Vs AS-Israel, Jual Drone ke Timur Tengah

Pembersihan militer AS

Ternyata tak hanya George yang dipecat Trump.

Dua perwira tinggi AS yakni Jenderal David Hodne dan Mayor Jenderal William Green Jr juga ikut dipecat, menurut The Washington Post dan CBS.

Hodne memimpin Komando Transformasi dan Pelatihan Angkatan Darat.

Sementara Green bertanggungjawab atas Korps Pendeta Angkatan Darat.

AFP telah menghubungi Pentagon untuk meminta komentar soal pemecatan para jenderal AS itu.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini