TRIBUNNEWS.COM, AS - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melalui Menteri Pertahanan Pete Hegseth meminta Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Randy George untuk mengundurkan diri dari jabatannya.
Informasi itu disampaikan seorang pejabat AS yang tidak disebutkan namanya kepada CBS, Kamis 2 April 2026.
Alasan pengunduran diri itu belum diketahui secara pasti.
Namun menurut CBS, Hegseth menginginkan seseorang yang bisa mengimplementasikan visi dirinya dan Presiden Donald Trump untuk Angkatan Darat.
Juru Bicara Pentagon, Sean Parnell, kemudian memposting pernyataan di X yang mengatakan bahwa George akan pensiun dari jabatannya.
"Berlaku segera," kata dia tanpa menyebutkan alasan spesifik.
George adalah perwira militer senior terbaru yang dipecat selama Trump menjabat Presiden AS untuk kedua kalinya.
Pemecatan perwira tinggi Angkatan Darat AS terjadi di tengah perang yang tengah berlangsung dengan Iran dalam sebulan terakhir.
Selama hampir empat dekade karier militernya, George beberapa kali ditugaskan ke Irak dan Afghanistan.
Dia juga pernah dipercaya sebagai orang kepercayaan Menhan Lloyd Austin pada Presiden AS Joe Biden.
Baca juga: Bisnis Anak Donald Trump di Balik Perang Iran Vs AS-Israel, Jual Drone ke Timur Tengah
Pembersihan militer AS
Ternyata tak hanya George yang dipecat Trump.
Dua perwira tinggi AS yakni Jenderal David Hodne dan Mayor Jenderal William Green Jr juga ikut dipecat, menurut The Washington Post dan CBS.
Hodne memimpin Komando Transformasi dan Pelatihan Angkatan Darat.
Sementara Green bertanggungjawab atas Korps Pendeta Angkatan Darat.
AFP telah menghubungi Pentagon untuk meminta komentar soal pemecatan para jenderal AS itu.
Baca tanpa iklan