Militer Iran mengancam akan meluncurkan serangan lebih kuat terhadap AS dan Israel.
Pernyataan ini muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengklaim kemampuan rudal Iran telah terbatas.
Juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya Iran menepis klaim tersebut, mengutip Anadolu Agency, dan menegaskan produksi militer strategis Iran tetap berjalan.
Bantahan Pentagon
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) merilis rekaman jatuhnya jet tempur yang diduga milik AS di dekat Pulau Kesim.
Namun, Komando Pusat AS membantah klaim tersebut dan menyatakan tidak ada pesawat mereka yang jatuh.
Media Barat mengutip pejabat AS yang menyebut sebuah jet F-15 jatuh di Iran, dengan pilot masih dalam pencarian.
Dampak Regional
Ketegangan meningkat sejak serangan gabungan AS dan Israel ke Iran pada 28 Februari 2026 yang menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Iran kemudian membalas dengan serangan drone dan rudal ke Israel, Yordania, Irak, dan negara Teluk, menimbulkan korban jiwa serta gangguan pasar global.
Baca tanpa iklan