News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

MPR Terima Kunjungan Dubes UEA, Bahas Penguatan Energi dan Dampak Perang Iran dengan AS-Israel

Penulis: Chaerul Umam
Editor: Theresia Felisiani
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

KUNJUNGAN DUBES UEA - Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PAN, Eddy Soeparno, menerima kunjungan Duta Besar Uni Emirat Arab untuk Indonesia Abdulla Salem AlDhaheri di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (15/4/2026). Pertemuan tersebit membahas penguatan kerja sama energi hingga dampak perang Iran dengan AS-Israel. (Tribunnews.com/ Chaerul Umam)

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PAN, Eddy Soeparno, menerima kunjungan Duta Besar Uni Emirat Arab untuk Indonesia Abdulla Salem AlDhaheri di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (15/4/2026). 

Berdasarkan pantauan wartawan Tribunnews.com Chaerul Umam di lokasi, keduanya sempat melakukan pertemuan tertutup kurang lebih 60 menit.

Usai pertemuan tertutup tersebut, Eddy menjelaskan pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan bilateral sekaligus menindaklanjuti kerja sama strategis antara kedua negara.

Diungkapkan Eddy, kunjungan ini merupakan kelanjutan dari lawatan sebelumnya ke UEA pada Januari lalu. 

Dalam kunjungan tersebut, ia bersama delegasi Indonesia, termasuk Menko Pangan, bertemu dengan Menteri Energi UEA, Suhail Al Mazrouei, yang juga bertindak sebagai utusan khusus pemerintah UEA untuk Indonesia.

“Pertemuan ini menindaklanjuti berbagai pembahasan kerja sama ekonomi, termasuk pengembangan energi terbarukan antara Indonesia dan UEA,” kata Eddy kepada awak media.

Baca juga: Iran Serang Fasilitas Gas UEA dan Kilang Kuwait, Puing Intersepsi Picu Kebakaran dan Korban Jiwa

Satu di antara bentuk konkret kerja sama tersebut adalah pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Cirata berkapasitas 145 MW yang digarap oleh perusahaan energi asal UEA, Masdar. 

Proyek ini direncanakan akan terus dikembangkan sebagai bagian dari komitmen kedua negara dalam transisi energi bersih.

"Dan ini akan dikembangkan lagi, lebih lanjut lagi," ujarnya.

Selain itu, Eddy menekankan bahwa tahun ini menjadi momentum penting karena menandai 50 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan UEA. 

Ia berharap peringatan ini dapat mendorong peningkatan berbagai inisiatif kerja sama, khususnya di bidang ekonomi dan investasi.

"Jadi ini adalah tahun bersejarah bagi kedua negara, sehingga kita juga berharap bahwa berbagai inisiatif kerja sama ekonomi bisa kemudian diteruskan bahkan ditingkatkan lebih lanjut lagi dengan adanya hubungan yang begitu erat di antara kedua negara," ujar anggota Komisi XII DPR RI itu.

 

Bahas Dampak Perang Iran dengan AS-Israel

Pada pertemuan tertutup itu, Eddy mengungkapkan turut dibahas mengenai kondisi terkini di Timur Tengah, khususnya dampak perang antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini