"Tadi Yang Mulia menyampaikan bahwa kondisi di United Arab Emirates itu aman, ya. Bahwa pertahanan keamanan mereka sangat baik, dan kondisi di sana kehidupannya normal," ucapnya.
"Jadi bagi apa, bagi kami, kami merasa berbahagia bahwa saudara-saudara kami, terutama juga warga negara kami di sana juga dalam keadaan aman," imbuhnya.
Baca juga: Perang AS-Iran Bikin Pendapatan Minyak Rusia Berlipat Ganda: Tembus 19 Miliar Dolar!
Kondisi UEA Aman Selama Perang Iran dengan AS-Israel
Sementara itu Duta Besar Uni Emirat Arab untuk Indonesia Abdulla Salem AlDhaheri mengungkapkan negaranya sangat aman selama perang antara Iran dan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
"Baik, saya ingin menginformasikan bahwa sejak 28 Februari, UEA telah diserang oleh Iran, Garda Revolusi. Selama sekitar 40 hari hingga gencatan senjata diserukan oleh AS dan Iran, dan mereka telah memulai pembicaraan di Pakistan," ujarnya.
"Selama 40 hari itu, UEA sangat aman, tangguh, dan bisnis berjalan seperti biasa. Banyak penduduk, kami memiliki lebih dari 200 kebangsaan yang tinggal di Uni Emirat Arab. Sebagian besar dari mereka tidak ingin pergi dan ingin tinggal karena mereka telah melihat betapa amannya Uni Emirat Arab," lanjutnya.
Diserang Ribuan Rudal dan Drone Iran
Abdulla mengungkapkan, selama konflik berlangsung, negaranya telah diserang hampir 3 ribu rudal dan drone dari Iran.
Namun, kata Abdulla, serangan tersebut bisa dicegat oleh sistem pertahanan UEA.
"Kami telah menjadi sasaran dan terkena hampir 2.850 rudal dan drone dari Iran. 96 persen dari serangan tersebut berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara kami. Dari sini, saya ingin menyampaikan penghargaan dan pujian atas kapabilitas Angkatan Bersenjata UEA, kepemimpinan Uni Emirat Arab, dan kebijaksanaan yang telah mereka tunjukkan selama proses ini," pungkasnya.
Baca tanpa iklan