Dylan Loh, profesor madya dalam program Kebijakan Publik dan Urusan Global di Universitas Teknologi Nanyang, Singapura, menilai peran China telah berkembang menjadi lebih protektif.
Ia menyebut China kini cenderung mempercepat upaya mediasi untuk mencegah konflik regional yang dapat mengancam kepentingan ekonomi dan keamanannya.
“Saya pikir akan ada evaluasi terkait bagaimana menurunkan risiko politik dan opsi yang tersedia. Sejujurnya, proses ini sudah dimulai sejak serangan AS terhadap Venezuela,” ujarnya.
(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)
Baca tanpa iklan