News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Iran Vs Amerika Memanas

Donald Trump: Pemerintahan Iran Saat Ini Terpecah

Penulis: Hasanudin Aco
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Presiden AS Donald Trump saat memberikan pidato di hadapan para anggota Knesset di Israel pada Senin (13/10/2025) lalu. Trump terus jadi sorotan dunia di tengah perang dengan Iran.

Berikut update terbaru konflik Timur Tengah sore ini:

  • Gencatan senjata diperpanjang: Presiden AS Donald Trump memperpanjang gencatan senjata dengan Iran hingga perundingan perdamaian berakhir. Trump mengatakan AS sedang menunggu "proposal terpadu" dari pemerintah Iran menurutnya saat ini "terpecah belah". Iran dan Israel belum memberi respon soal tanggapan Trump ini.
  • Batal ke Pakistan: Kunjungan Wakil Presiden AS JD Vance ke Pakistan untuk putaran kedua pembicaraan dibatalkan untuk hari ini guna bernegosiasi dengan Iran. Tak ada satu pun pejabat Iran yang berangkat menuju Pakistan untuk bernegosiasi.
  • Blokade menjadi fokus: Trump mengatakan AS akan melanjutkan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran  yang s  oleh menteri luar negeri Iran disebut sebagai "tindakan perang." 
  • Kapal kontainer diserang: Sebuah kapal perang Iran menembaki kapal kontainer di dekat Selat Hormuz beberapa jam setelah perpanjangan blokade, menurut badan maritim regional. Garda Revolusi Iran sebelumnya mengatakan akan menutup selat tersebut hingga blokade AS dicabut.

TRIBUNNEWS.COM, AS -  Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Rabu (22/4/2026), menegaskan akan memperpanjang gencatan senjata dengan Iran tanpa batas waktu.

Trump mengatakan itu beberapa jam sebelum masa berlaku gencatan senjata berakhir pada 22 April 2026.

Trump  menyetujui permintaan dari mediator Pakistan agar  "para pemimpin dan perwakilan Iran dapat mengajukan proposal terpadu".

Trump mengemukakan alasan  memperpanjang gencatan senjata karena "pemerintah Iran saat ini sangat terpecah belah dan itu bukanlah hal yang mengejutkan". 

Belum jelas apakah Iran atau Israel  setuju untuk memperpanjang gencatan senjata, yang  dimulai dua minggu lalu itu.

Kantor Berita Tasnim, yang berafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Islam, mengatakan bahwa Iran belum meminta perpanjangan gencatan senjata dan mengulangi ancaman untuk menerobos blokade AS dengan kekerasan.

Analisa Pakar 

Pakar hubungan internaisonal (HI) President University, Teuku Rezasyah, menyampaikan pandangannya mengenai pernyataan perpanjangan gencatan senjata Donald Trump.

Menurutnya Trump ingin menguji kesiapan di dalam maupun luar negeri. 

"Kalau saya monitor bagaimana headline media massa di Amerika dan di Eropa, itu kelihatannya bahwa Trump ini memang benar-benar mengendalikan perang ini, pada saat yang sama, dia itu sedang menguji kesiapan dalam negeri dan di luar negeri," katanya, Rabu (22/4/2026) dikutip dari Kompas.TV.

Teuku menilai Trump juga sadar dirinya belum sepenuhnya siap untuk melanjutkan perang dengan Iran. 

Ia kemudian menyinggung mengenai para jenderal di AS yang mengkritisi Trump terkait perang dengan Iran. 

"Kemudian juga Trump ini pada saat ini sedang mengadu domba Iran dengan negosiatornya yakni Pakistan," ucapnya. 

Menurutnya, Trump ingin membuat kesan seakan-akan Iran tidak percaya pada Pakistan. 

Teuku juga menyorot tim negosiator yang akan dikirimkan oleh AS ke Pakistan untuk berunding dengan Iran.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini