Gubernur wilayah Samara Vyacheslav Fedorischev menyebut korban terdiri dari seorang perempuan dan anak-anak.
Diplomasi Mandek Tanpa Hasil
Upaya diplomasi untuk menghentikan perang masih menemui jalan buntu.
Baca juga: Ukraina Hancurkan Drone Rusia dari Jarak 500 Km: Rekor di Peperangan Drone Jarak Jauh
Al Jazeera melaporkan beberapa putaran negosiasi yang dimediasi Amerika Serikat gagal menghasilkan kesepakatan.
Perbedaan posisi antara Rusia dan Ukraina terkait wilayah menjadi hambatan utama.
Usulan Pertemuan Pemimpin
Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha mengungkap Kyiv telah meminta Turki untuk menjadi tuan rumah pertemuan antara Volodymyr Zelenskyy dan Vladimir Putin.
Namun hingga kini belum ada kepastian apakah pertemuan tersebut akan terwujud.
Ukraina juga menegaskan menolak opsi pertemuan di Rusia atau Belarus.
Konflik Terus Memanas
Serangan terbaru menunjukkan eskalasi konflik masih terus berlangsung tanpa tanda mereda.
Suspilne News melaporkan perang Rusia-Ukraina kini memasuki hari ke-1519, Rabu (22/4/2026), berikut rangkumannya:
1. UE Siapkan Bantuan €90 Miliar dan Sanksi Baru
Uni Eropa memasukkan paket bantuan senilai €90 miliar untuk Ukraina ke dalam agenda resmi para duta besar.
Bersamaan dengan itu, paket sanksi ke-20 terhadap Rusia tengah diproses melalui prosedur tertulis sebelum disahkan Dewan Uni Eropa.
Langkah ini menegaskan dukungan berkelanjutan Eropa terhadap Kyiv di tengah perang yang masih berlangsung.
2. Ukraina Pulihkan Infrastruktur Energi Strategis
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengonfirmasi perbaikan pipa minyak Druzhba telah selesai.
Operator Ukrtransnafta menyatakan jalur tersebut kini siap kembali menyalurkan minyak ke Hungaria dan Slovakia.
Pipa ini merupakan salah satu infrastruktur energi penting di Eropa Timur yang sempat terdampak perang.
Baca tanpa iklan