News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Inggris Sahkan Larangan Rokok Permanen bagi Generasi 2009 ke Bawah

Editor: Tiara Shelavie
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TRIBUNNEWS.COM - Ini mungkin menjadi tahun terakhir di Inggris di mana seorang remaja yang baru berusia 18 tahun dapat, tepat di hari ulang tahunnya, membeli sebungkus rokok.

Bagi siapa pun yang berulang tahun ke-18 pada 2027 atau setelahnya, pemerintah berencana mengesahkan undang-undang yang melarang mereka membeli produk tembakau selamanya, demi menciptakan generasi "bebas rokok".

Kedua majelis parlemen Inggris — House of Commons dan House of Lords — awal pekan ini telah menyetujui amandemen akhir atas Tobacco and Vapes Bill, yang bertujuan mencegah siapa pun yang lahir pada tahun 2009 atau setelahnya untuk mulai merokok, dengan menjadikannya ilegal untuk menjual tembakau kepada mereka.

Undang-undang bersejarah ini, yang telah digodok sejak 2024, kini menunggu persetujuan kerajaan dari Raja Charles III — meski hal itu diperkirakan hanya formalitas, dan raja sebelumnya telah menyatakan dukungannya.

Wes Streeting, Menteri Kesehatan dan Pelayanan Sosial Inggris, menyebut pengesahan parlemen ini sebagai "momen bersejarah", dan menambahkan bahwa undang-undang ini akan "menyelamatkan nyawa, meringankan beban NHS, dan membangun Inggris yang lebih sehat."

Baroness Gillian Merron, wakil menteri dari departemen yang sama, mengatakan kepada para legislator bahwa RUU ini "akan menjadi intervensi kesehatan masyarakat terbesar dalam satu generasi."

Baca juga: Peredaran 7 Juta Batang Rokok Ilegal di Tol Jawa Timur Digagalkan

Apa isi undang-undang ini?

Undang-undang ini menjadikannya pelanggaran untuk menjual tembakau, produk herbal untuk dihisap, atau kertas rokok kepada seseorang yang lahir pada atau setelah tahun 2009, dan akan berlaku di empat negara konstituen Inggris Raya: Inggris, Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara.

RUU ini memperluas undang-undang yang ada tentang kawasan bebas rokok agar juga mencakup larangan vape. Penggunaan vape di kendaraan berpenumpang di bawah 18 tahun akan dilarang, begitu pula di taman bermain, sekitar sekolah, dan di rumah sakit. Namun di luar area rumah sakit, penggunaan vape tetap diizinkan untuk mendukung mereka yang sedang berusaha berhenti merokok.

RUU ini juga memberikan wewenang kepada para menteri untuk mengatur rasa, kemasan, dan tampilan produk vape dan nikotin. Iklan untuk produk rokok dan vape juga akan dilarang secara luas. Pengelolaan mesin penjual otomatis yang menjual vape atau produk nikotin juga merupakan pelanggaran, kecuali di rumah sakit jiwa khusus untuk pasien rawat inap.

Sebagai bagian dari pengawasan yang lebih ketat, RUU ini juga memberikan kewenangan untuk menerapkan skema lisensi bagi penjualan eceran produk tembakau, herbal, vape, dan nikotin di Inggris, Wales, dan Irlandia Utara.

Pelanggar di Inggris dan Wales dapat dikenai denda tetap — sebesar £200 (sekitar Rp3,8 juta) untuk pelanggaran ringan, dan hingga £2.500 (sekitar Rp47 juta) untuk pelanggaran terkait lisensi ritel. Pembatasan usia penjualan tembakau akan mulai berlaku pada Januari 2027.

Mengapa Inggris memberlakukan undang-undang ini?

Lebih dari 5 juta orang dewasa di Inggris masih merokok, dengan proporsi terbesar dari kelompok usia 25 hingga 34 tahun. Merokok adalah penyebab utama penyakit dan kematian yang dapat dicegah di Inggris — pada 2019, lebih dari 74.000 kematian di Inggris dikaitkan dengan rokok. Antara 2022 dan 2023, terdapat lebih dari 400.000 rawat inap rumah sakit akibat rokok.

Rokok juga berdampak negatif pada perekonomian Inggris. Hilangnya produktivitas ekonomi dan biaya kesehatan terkait rokok mencapai £43,7 miliar (sekitar Rp835 triliun), dan melonjak hingga £78,3 miliar (sekitar Rp1.495 triliun) jika memperhitungkan biaya kematian dini akibat rokok.

Bagaimana reaksi masyarakat Inggris?

Survei YouGov pada Agustus 2024 menemukan bahwa 61 persen responden dewasa mendukung penghapusan rokok secara bertahap. Survei lanjutan pada awal 2025 menunjukkan angka dukungan meningkat menjadi 68%.

Namun penolakan datang dari kalangan konservatif dan industri tembakau. Nigel Farage, pemimpin partai Reform UK, menulis: "Bagaimana larangan ini seharusnya bekerja? Sepuluh tahun dari sekarang, seorang berusia 27 tahun tidak akan bisa membeli rokok secara legal, tapi yang berusia 28 tahun bisa. Sepuluh tahun kemudian, yang berusia 37 tahun tidak dianggap cukup umur untuk merokok, tapi yang 38 tahun bebas melakukannya. Dan seterusnya."

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini