TRIBUNNEWS.COM - Rangkaian peristiwa internasional menjadi sorotan dalam 24 jam terakhir.
Popularitas Donald Trump anjlok ke kisaran 30-an persen di berbagai jajak pendapat, dipicu dampak perang Iran dan tekanan ekonomi.
Sementara itu, Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky menyebut isu agresi Rusia ke negaranya mulai terlupakan akibat perang di Iran.
Berikut berita selengkapnya.
1. Popularitas Trump Anjlok ke Level Kritis, Perang Iran Picu Ketidakpuasan Publik AS Meluas
Popularitas Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump dilaporkan merosot tajam ke titik terendah selama masa jabatan keduanya di tengah tekanan perang Iran dan krisis ekonomi domestik.
CNN melaporkan sejumlah jajak pendapat terkini menunjukkan tingkat dukungan terhadap Trump merosot ke sekitar 30 persen.
Survei Reuters-Ipsos mencatat angka 36 persen, sementara survei Strength in Numbers-Verasight menunjukkan 35 persen dan AP-NORC sebesar 33 persen.
Hasil ini memperpanjang tren penurunan konsisten yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir.
Bahkan, delapan dari sembilan jajak pendapat utama menempatkan Trump di level yang sama rendahnya.
Ketidakpuasan Publik Meningkat
Rata-rata penolakan publik terhadap Trump kini berada di kisaran 62 persen menurut agregasi survei nasional.
Angka ini lebih tinggi dibandingkan periode krisis sebelumnya, termasuk awal masa jabatan 2017 dan pasca peristiwa January 6 United States Capitol attack.
Kondisi tersebut menunjukkan semakin luasnya penolakan masyarakat terhadap kepemimpinan Trump.
Perang Iran Jadi Faktor Kunci
Penurunan ini disebut semakin tajam sejak pecahnya konflik dengan Iran.
Isu perang kini menjadi salah satu faktor utama yang menggerus kepercayaan publik terhadap pemerintah.
Survei menunjukkan sekitar dua pertiga warga Amerika tidak setuju dengan cara Trump menangani konflik tersebut.
Baca tanpa iklan