News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Iran Vs Amerika Memanas

Blokade Pelabuhan Iran Masih Berlangsung, Pasukan AS Perintahkan 33 Kapal Balik Arah

Penulis: Nuryanti
Editor: Nanda Lusiana Saputri
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TRIBUNNEWS.COM - Blokade Amerika Serikat (AS) terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, masih berlangsung.

Ketegangan antara AS dan Iran secara efektif telah mencekik hampir semua ekspor melalui Selat Hormuz - tempat 20 persen minyak dunia yang diperdagangkan melewatinya pada masa damai - tanpa ada tanda-tanda akan berakhir.

Pasukan AS telah memerintahkan 33 kapal untuk berbalik arah atau kembali ke pelabuhan sebagai bagian dari blokade angkatan laut Washington terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Hal ini sebagaimana disampaikan Komando Pusat AS (CENTCOM) pada Kamis (23/4/2026).

Jumlah tersebut menandai peningkatan dari 31 kapal yang dilaporkan sebelumnya pada hari itu dan menyusul pencegatan kapal kargo berbendera Iran TOUSKA pada Minggu (19/4/2026) dan penggeledahan kapal tanker M/T Majestic X pada Kamis di Samudra Hindia.

Blokade AS tersebut diluncurkan pada 13 April 2026, setelah berminggu-minggu terjadi gangguan terhadap pengiriman barang melalui Selat Hormuz.

Dilansir Anadolu Agency, pengiriman barang melalui Selat Hormuz telah terganggu parah sejak perang AS-Israel di Iran dimulai pada 28 Februari 2026, mengguncang pasar energi global dan meningkatkan kekhawatiran akan kerusakan ekonomi yang berkepanjangan.

Gencatan senjata yang dimediasi oleh Pakistan telah diberlakukan dan pembicaraan lebih lanjut untuk mengakhiri konflik secara permanen diharapkan segera dilakukan.

Perintah Trump ke Militer AS

Presiden AS Donald Trump telah memerintahkan militer AS untuk "menembak dan membunuh" kapal-kapal kecil Iran yang memasang ranjau di Selat Hormuz.

Trump mengumumkan langkah tersebut pada Kamis, sehari setelah Iran kembali menunjukkan kemampuannya untuk menggagalkan lalu lintas melalui selat tersebut.

Trump juga mengumumkan gencatan senjata di Lebanon akan diperpanjang selama tiga minggu.

Baca juga: Alotnya Negosiasi 2 Kapal Pertamina di Hormuz, Pakar Singgung Catatan Merah RI di Mata Iran

Unggahannya di media sosial pada Kamis tentang perahu-perahu kecil itu muncul tak lama setelah militer AS menyita kapal tanker lain yang terkait dengan penyelundupan minyak Iran, yang meningkatkan ketegangan dengan Teheran atas selat tempat 20 persen dari seluruh minyak mentah dan gas alam melewati selama masa damai.

“Saya telah memerintahkan Angkatan Laut Amerika Serikat untuk menembak dan menghancurkan kapal apa pun, sekecil apa pun itu, yang memasang ranjau di perairan Selat Hormuz,” ungkap Trump, menambahkan bahwa kapal penyapu ranjau AS “sedang membersihkan Selat saat ini.”

“Dengan ini saya memerintahkan agar kegiatan tersebut dilanjutkan, tetapi dengan intensitas tiga kali lipat,” tambahnya.

Diberitakan AP News, keputusan untuk memperpanjang jeda pertempuran antara Israel dan kelompok militan Hizbullah di Lebanon diambil dalam pertemuan di Gedung Putih antara duta besar Israel dan Lebanon untuk Amerika Serikat.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini