News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Iran Vs Amerika Memanas

Krisis Hantam Jutaan Warga Iran! PHK Massal dan Kemiskinan Melonjak akibat Perang

Penulis: Namira Yunia Lestanti
Editor: Suci BangunDS
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TRIBUNNEWS.COM - Konflik bersenjata yang melibatkan Iran sejak akhir Februari tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga memicu krisis ekonomi yang semakin dalam.

Jutaan warga dilaporkan kehilangan pekerjaan, sementara angka kemiskinan terus meningkat di tengah kondisi ekonomi yang sebelumnya sudah rapuh.

Hal ini terjadi lantaran banyak perusahaan terpaksa menghentikan operasional, sehingga gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) tidak dapat dihindari. 

Dampaknya dirasakan hampir di semua sektor, mulai dari industri minyak, manufaktur, transportasi, hingga sektor jasa dan media.

Data yang dikutip dari pejabat pemerintah Iran menunjukkan bahwa sekitar satu juta pekerja kehilangan pekerjaan secara langsung akibat konflik.

Sementara itu, satu juta lainnya terdampak secara tidak langsung karena terganggunya rantai pasok dan menurunnya aktivitas ekonomi.

Laporan dari Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa memperkirakan hingga 4,1 juta orang tambahan berisiko jatuh ke dalam kemiskinan.

Kondisi ini diperparah oleh inflasi tinggi yang mencapai 72 persen, bahkan lebih tinggi untuk kebutuhan pokok.

Industri Lumpuh, Ribuan Perusahaan Terdampak

Kerusakan akibat serangan udara menyebabkan lebih dari 23.000 pabrik dan perusahaan terdampak. Banyak industri besar terpaksa mengurangi produksi atau menghentikan operasional karena keterbatasan bahan baku dan kerusakan fasilitas.

Sejumlah perusahaan besar juga mulai melakukan PHK massal. Industri tekstil, baja, hingga manufaktur kendaraan mengalami tekanan berat akibat terganggunya pasokan bahan baku. 

Bahkan sektor pengolahan susu dilaporkan berhenti beroperasi karena kekurangan bahan kemasan. Selain itu, gangguan distribusi dan impor semakin memperburuk situasi. 

Baca juga: Trump Tak Senang Tawaran Iran Membuka Selat Hormuz dengan Imbalan Penundaan Negosiasi Nuklir

Seorang analis dari Quincy Institute menyebut bahwa sekitar 50 persen lapangan kerja di Iran kini berada dalam risiko.

Dampak krisis ini juga dirasakan langsung oleh masyarakat. Asal, seorang pekerja lepas di Teheran, mengaku kehilangan seluruh proyeknya setelah akses internet terganggu selama hampir dua bulan.

“Tidak ada proyek baru, tidak ada balasan. Rasanya seperti semuanya berhenti dalam semalam,” ujarnya, sebagaimana dilansir dari CNN International.

Kondisi serupa dialami banyak pekerja lainnya, termasuk pramugari, sopir truk, hingga jurnalis. Banyak dari mereka kini kesulitan memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.

Tekanan pada Sistem Sosial dan Pemerintah

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini