News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Iran Vs Amerika Memanas

Dunia Bergejolak, Harga Minyak Global Melonjak 6 Persen setelah Eskalasi Iran dan UEA

Penulis: Facundo Chrysnha Pradipha
Editor: Garudea Prabawati
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TRIBUNNEWS.COM - Harga minyak dunia melonjak tajam hingga sekitar 6 persen menyusul eskalasi konflik di Timur Tengah, terutama setelah Iran menyerang fasilitas energi Uni Emirat Arab serta kapal-kapal di Selat Hormuz.

Lonjakan harga ini dipicu kekhawatiran serius terhadap terganggunya pasokan energi global, mengingat kawasan Teluk merupakan pusat distribusi minyak dunia.

Dilansir AsiaOne, harga minyak global melonjak sekitar 6 persen setelah Iran membakar pelabuhan minyak utama di Fujairah dan menyerang sejumlah kapal di Selat Hormuz.

Aksi ini langsung memicu kepanikan pasar energi karena berpotensi menghambat distribusi minyak dari Timur Tengah.

Data pasar menunjukkan harga minyak jenis Brent naik hingga sekitar 114 dolar AS per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) juga mengalami kenaikan signifikan. 

Kenaikan ini menjadi salah satu lonjakan terbesar dalam beberapa bulan terakhir, mencerminkan sensitivitas pasar terhadap risiko geopolitik di kawasan tersebut.
Selat Hormuz Jadi Titik Kritis

Ketegangan di Selat Hormuz menjadi faktor utama lonjakan harga.

Eurasia Review melaporkan ketidakpastian keamanan di jalur ini terus berlanjut, dengan ancaman terhadap kapal dagang dan tanker minyak.

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur strategis yang dilalui sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia. Gangguan sekecil apa pun di wilayah ini dapat langsung berdampak pada harga energi global.

Serangan terhadap kapal dan potensi penutupan jalur pelayaran membuat banyak perusahaan energi dan pelayaran mengambil langkah antisipatif, termasuk menunda pengiriman atau mengalihkan rute.

Lonjakan harga minyak tidak hanya dipicu oleh serangan langsung, tetapi juga oleh ekspektasi pasar terhadap kemungkinan krisis pasokan berkepanjangan.

Baca juga: Iran Bantah Serang Fasilitas Minyak UEA, Teheran Sebut AS jadi Dalangnya

Analis menilai, jika konflik terus berlanjut, pasokan minyak global bisa terganggu dalam skala besar.

Hal ini diperparah dengan fakta bahwa distribusi energi dari kawasan Teluk sangat bergantung pada keamanan Selat Hormuz.

Selain itu, ketegangan militer yang meningkat turut mendorong kenaikan biaya logistik, premi asuransi kapal, serta risiko operasional bagi perusahaan energi global.

Kenaikan harga minyak berpotensi memicu efek domino terhadap ekonomi global, mulai dari lonjakan inflasi hingga kenaikan harga bahan bakar di berbagai negara.

Halaman
1234
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini