News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Iran Vs Amerika Memanas

20.000 Pelaut Terdampar di Selat Hormuz, Hidup Berhari-hari di Atas Kapal

Penulis: Hasanudin Aco
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

KAPAL PERTAMINA DI SELAT HORMUZ - Kapal tanker milik Indonesia di Selat Hormuz. (KOMPAS.com/Seto Ajinugroho)

Manoj Yadav, seorang koordinator serikat pekerja di Forward Seamen's Union of India, mengatakan situasinya sangat buruk.

“Para awak kapal menghadapi kekurangan pasokan kebutuhan dasar,” katanya kepada CNN saat itu.

“Mereka ingin pulang. Situasi di kapal ini tidak baik.”

Kasus Auroura bukanlah kasus terisolasi, menurut Federasi Pekerja Transportasi Internasional (ITF), sebuah serikat pekerja global yang mewakili pelaut di seluruh dunia.

“Ini bukan hanya repatriasi, ini juga penelantaran,” kata Mohamed Arrachedi, koordinator jaringan bendera kemudahan ITF untuk dunia Arab dan Iran.

“Beberapa pelaut belum dibayar selama delapan atau bahkan 11 bulan.”

Arrachedi menggambarkan laporan-laporan luas tentang intimidasi dan tekanan dari para pemilik kapal.

“Ada banyak kasus intimidasi. Beberapa pemilik kapal menjadi sangat marah,” katanya.

“Saya memiliki kasus di mana para pelaut diancam secara verbal.”

Para awak kapal Auroura mengklaim bahwa mereka diancam akan ditahan upahnya dan diperingatkan akan "konsekuensi serius" jika mereka menolak berlayar ke Iran dan memuat minyak.

Para awak kapal mengatakan bahwa mereka berulang kali meminta untuk turun dari kapal dan dipulangkan.

“Meskipun telah berulang kali meminta, perusahaan menolak untuk mengatur pelepasan tugas atau pemulangan kami,” tulis mereka dalam laporan insiden tanggal 13 Maret kepada otoritas maritim United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO), yang ditinjau oleh CNN.

“Kami pada dasarnya terdampar di atas kapal dalam kondisi yang tidak aman.”

Kekhawatiran tersebut semakin menjadi kenyataan. Setidaknya 10 pelaut telah tewas dalam serangan terhadap kapal sejak perang dengan Iran dimulai, menurut IMO.

 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini