News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Afsel Identifikasi 2 Kasus Hantavirus Menular Antarmanusia, Terkait Klaster Hondius

Penulis: Bobby W
Editor: Wahyu Gilang Putranto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

 

TRIBUNNEWS.COM – Pemerintah Afrika Selatan secara resmi mengidentifikasi jenis virus Andes (strain Andes) dari kelompok Hantavirus pada dua orang penumpang kapal pesiar MV Hondius.

Temuan ini menjadi sorotan serius lantaran strain tersebut diketahui memiliki kemampuan menular antarmanusia, meskipun sifatnya sangat jarang dan memerlukan kontak dekat yang berkepanjangan.

Kasus ini memicu kekhawatiran global mengingat kapal pesiar tersebut berasal dari Argentina, wilayah di mana virus Andes bersifat endemik dan tengah mengalami peningkatan kasus dalam beberapa bulan terakhir.

Mengutip dari presentasi Menteri Kesehatan Afrika Selatan, Dr. Aaron Motsoaledi, kepada parlemen pada Rabu (6/5/2026).

Informasi ini diungkapkan dalam rapat yang membahas implikasi wabah, langkah isolasi, serta penguatan sistem keamanan kesehatan negara. 

Kronologi Kejadian

Peristiwa ini bermula dari wabah di atas kapal pesiar MV Hondius, sebuah kapal ekspedisi asal Belanda yang dirancang untuk pelayaran kutub. 

Kapal dengan kapasitas sekitar 170 penumpang dan 70 kru tersebut berangkat dari Ushuaia, Argentina, pada 1 April 2026 untuk melakukan perjalanan menuju Antartika dan pulau-pulau terpencil di Atlantik Selatan.

Berdasarkan pengujian yang dilakukan oleh National Institute for Communicable Diseases (NICD) Afrika Selatan, infeksi virus dikonfirmasi pada dua warga negara asing yang sempat singgah di Johannesburg.

Mengutip dari laporan medis NICD, dua pasien tersebut terdiri dari seorang wanita asal Belanda yang meninggal dunia di Johannesburg, serta seorang pria berkebangsaan Inggris berusia 69 tahun yang saat ini masih menjalani perawatan intensif.

Baca juga: Panduan WHO untuk Hadapi Ancaman Hantavirus Setelah Penyebaran di Kapal Pesiar

Keduanya mulai menunjukkan gejala saat masih berada di dalam kapal.

Secara keseluruhan, dilaporkan terdapat tiga kematian, termasuk sepasang suami-istri asal Belanda dan satu warga Jerman, serta beberapa kasus suspek lainnya.

Mengutip dari WHO, hingga awal Mei 2026, tercatat dua kasus terkonfirmasi dan lima kasus suspek terkait peristiwa ini.

Secara kronologi, kejadian bermula pada awal April 2026, tak lama setelah kapal berangkat dari Argentina.

Kala itu, seorang penumpang Belanda berusia 70 tahun mulai menunjukkan gejala demam dan diare hingga akhirnya meninggal di Saint Helena. 

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini