TRIBUNNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump menyatakan optimisme bahwa perang dengan Iran dapat segera berakhir setelah berlangsungnya pembicaraan intensif dalam beberapa hari terakhir.
Al Jazeera melaporkan, Trump mengatakan negosiasi dengan Teheran berjalan “sangat baik” dan peluang tercapainya kesepakatan damai semakin besar.
“Kami telah melakukan pembicaraan yang sangat baik selama 24 jam terakhir, dan sangat mungkin kami akan mencapai kesepakatan,” ujar Trump kepada wartawan di Gedung Putih.
Dalam pernyataan lain kepada PBS, Trump bahkan mengatakan perang dapat “berakhir dengan cepat” apabila Iran menerima syarat-syarat yang diajukan Washington.
Namun, Trump juga kembali melontarkan ancaman keras jika pembicaraan gagal.
“Saya pikir ini memiliki peluang yang sangat bagus untuk berakhir, dan jika tidak berakhir, kita harus kembali membombardir mereka habis-habisan,” katanya.
Iran Belum Beri Jawaban Final
Meski Washington menunjukkan optimisme, Iran menegaskan bahwa proposal perdamaian dari AS masih dalam tahap peninjauan.
BBC melaporkan, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei mengatakan Teheran belum memberikan respons resmi kepada mediator Pakistan.
“Usulan Amerika masih ditinjau oleh Iran,” kata Baghaei kepada media Iran.
Reuters melaporkan, proposal tersebut disebut berbentuk nota kesepahaman satu halaman berisi 14 poin yang dapat menjadi dasar penghentian perang dan negosiasi nuklir baru.
Baca juga: Trump Sangat Yakin AS Bisa Damai dengan Iran, Jawaban Teheran Masih Abu-abu
Menurut Axios yang dikutip Reuters, proposal itu mencakup penghentian pengayaan uranium Iran selama sedikitnya 12 tahun sebagai imbalan pencabutan sanksi AS dan pelepasan aset Iran yang dibekukan.
Dokumen tersebut juga disebut memuat pembukaan kembali Selat Hormuz dalam waktu 30 hari setelah kesepakatan ditandatangani.
Namun, sejumlah pejabat Iran mengecam isi proposal tersebut.
Anggota parlemen Iran Ebrahim Rezaei menyebut dokumen itu “lebih merupakan daftar keinginan Amerika daripada kenyataan”.
Ketua parlemen Iran Mohammad Baqer Ghalibaf bahkan mengejek laporan soal kesepakatan damai dengan menyebutnya sebagai “Operasi Trust Me Bro gagal”.
Baca tanpa iklan