TRIBUNNEWS.COM - Menteri Investasi, Perdagangan, dan Industri Malaysia, Datuk Seri Johari Abdul Ghani, menegaskan bahwa negaranya tidak akan menjual pasokan minyak negaranya kepada sesama anggota ASEAN lainnya.
Hal ini menjadi sorotan mengingat beberapa waktu lalu kapal tanker milik Petronas yang sempat tertahan di Selat Hormuz berhasil kembali ke Malaysia dengan membawa 1 juta barel minyak mentah.
Adapun kebijakan untuk tidak menjual stok BBM ke sesama negara ASEAN ini dikarenakan Malaysia masih harus mengimpor minyak mentah dalam jumlah yang besar setiap harinya.
Meski beruntung memiliki status sebagai salah satu negara penghasil minyak, Johari menjelaskan bahwa pada dasarnya Malaysia masih dianggap sebagai importir bersih atau net oil importer.
Melansir dari Bernama, Malaysia diketahui harus mendatangkan sekitar 400.000 barel minyak per hari untuk memenuhi kebutuhan domestiknya.
"Karena kami masih mengimpor sekitar 400.000 barel sehari, kami tidak dapat menjual," ungkap Johari kepada wartawan saat ditanya apakah ada negara ASEAN yang mendekati Malaysia untuk membeli minyak di tengah krisis pasokan global saat ini.
Pernyataan tersebut disampaikannya usai menghadiri Pertemuan Dewan Masyarakat Ekonomi ASEAN ke-27 serta Pertemuan Bersama Menteri Luar Negeri dan Ekonomi ASEAN.
Meski berstatus sebagai importir untuk minyak mentah, Johari mencatat bahwa untuk komoditas gas alam cair (LNG), Malaysia masih merupakan eksportir bersih.
"Surplus yang kami miliki dari LNG dapat membantu meredam defisit minyak mentah," jelasnya.
Lebih lanjut, Johari memberikan jaminan bahwa pemerintah Malaysia saat ini masih mampu mempertahankan harga bensin RON95 di angka RM 1,99 per liter atau sekitar Rp 8.846,57.
Ia menambahkan bahwa meskipun Malaysia ikut terdampak oleh konflik Timur Tengah yang sedang berlangsung, imbas dari situasi tersebut sejauh ini masih dalam batas yang dapat dikendalikan.
"Kami berharap perang tersebut dapat diselesaikan dengan cepat, tetapi tidak ada yang bisa mengatakan kapan," pungkas Johari.
Baca juga: Media Malaysia Soroti Indonesia Borong Drone Tempur dari Turki: RI Beralih ke Teknologi Siluman
Stok BBM dari Selat Hormuz
Kekhawatiran mengenai stok BBM Malaysia sebelumnya telah teratasi menyusul pengumuman dari Petroliam Nasional Bhd (Petronas) terkait kedatangan kapal tanker mereka yang sempat terperangkap di Selat Hormuz akibat konflik di Iran
Hal tersebut dikonfirmasi pada 18 April 2026 melalui pernyataan Petronas yang mengonfirmasi bahwa kapal tanker Ocean Thunder telah berhasil bersandar di pelabuhan Malaysia.
Baca tanpa iklan