TRIBUNNEWS.COM - Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menaikkan status respons wabah hantavirus menjadi Level 3 setelah muncul klaster kasus mematikan yang berkaitan dengan kapal pesiar MV Hondius.
Dilansir dari KCRG, langkah tersebut diambil setelah wabah Andes hantavirus di kapal ekspedisi itu menyebabkan sedikitnya tiga orang meninggal dunia dan memicu pelacakan internasional terhadap para penumpang yang telah turun di berbagai negara.
CDC telah mengaktifkan Emergency Operations Center untuk memantau perkembangan wabah dan mengoordinasikan respons kesehatan lintas negara.
Meski status dinaikkan menjadi Level 3, CDC menegaskan risiko terhadap masyarakat umum masih rendah.
ABC News menyebut Level 3 merupakan level aktivasi darurat terendah dalam sistem respons CDC, namun menunjukkan lembaga tersebut mulai mengerahkan sumber daya khusus untuk penanganan wabah.
Wabah ini bermula dari kapal pesiar MV Hondius yang berlayar dari Ushuaia, Argentina, pada 1 April 2026 menuju kawasan Antartika dan Atlantik Selatan.
Menurut laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), hingga awal Mei tercatat sedikitnya tujuh kasus, termasuk beberapa pasien dengan gangguan pernapasan berat dan tiga kematian yang sedang diinvestigasi.
WHO menyatakan jenis virus yang ditemukan diduga merupakan Andes hantavirus, salah satu strain langka yang dapat menular antarmanusia dalam kontak sangat dekat.
Namun, penularannya jauh lebih terbatas dibanding virus corona penyebab Covid-19.
National Public Radio (NPR) dalam laporannya menegaskan wabah ini “kemungkinan besar bukan Covid berikutnya”.
NPR menuliskan para ahli epidemiologi dunia menilai hantavirus tidak memiliki kemampuan transmisi cepat seperti SARS-CoV-2 karena penyebaran virus lebih sering terjadi melalui paparan urine, air liur, atau kotoran tikus yang terinfeksi.
Baca juga: Anak Penderita Ginjal dan Gangguan Imun Rentan Komplikasi Jika Terinfeksi Virus Hanta
Penularan antarmanusia pada Andes hantavirus juga disebut sangat jarang terjadi.
WHO bahkan menyatakan risiko wabah global dari kasus ini masih “absolutely low” atau sangat rendah, walaupun kemungkinan munculnya kasus tambahan tetap ada karena banyak penumpang telah melakukan perjalanan lintas negara sebelum wabah terdeteksi.
Laporan The Guardian menyebut otoritas kesehatan internasional kini berpacu melacak puluhan penumpang dari sedikitnya 12 negara yang sempat meninggalkan kapal sebelum status wabah diumumkan.
Sejumlah negara kini melakukan pemantauan terhadap warga mereka yang pernah berada di kapal tersebut.
Baca tanpa iklan