News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Iran Vs Amerika Memanas

Negara Teluk Kini Lirik Turki, Urusan Pertahanan Emoh Bergantung ke AS

Editor: Willem Jonata
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

LEPAS LANDAS - Drone tempur siluman Bayraktar KIZILELMA buatan Turki saat resmi. Drone tempur ini resmi dipesan Indonesia dalam kerja sama pertahanan dan transfer teknologi strategis.

 

TRIBUNNEWS.COM - Seiring meningkatnya ketegangan regional akibat konflik antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran, negara-negara Arab mulai mengambil langkah berbeda dari sebelumnya.

Mereka tak lagi sepenuhnya bergantung pada sistem pertahanan buatan Amerika Serikat.

Lambatnya pengiriman senjata dari AS, dipicu penumpukan pesanan yang mengular, membuat negara-negara seperti Kuwait, Uni Emirat Arab (UEA), Qatar, dan Arab Saudi mulai memalingkan pandangan ke Turki sebagai mitra pertahanan utama mereka.

Meskipun negara-negara Teluk memiliki sistem pertahanan udara yang canggih, mereka kini menghadapi tantangan serius dari serangan drone jarak jauh Iran yang mampu melumpuhkan sistem radar.

Baca juga: Indonesia dan Turki Sepakat Bangun Produksi Drone Tempur Siluman KIZILELMA

Di sisi lain, persediaan amunisi untuk sistem pertahanan buatan AS mulai menipis, sementara pengiriman stok baru dari Washington memakan waktu bertahun-tahun.

Kesenjangan waktu inilah yang dimanfaatkan Turki. Pada pameran pertahanan Saha Expo yang baru saja berakhir, negara-negara Teluk menunjukkan kehadiran dominan.

Mereka tidak sekadar melihat-lihat, tapi langsung memborong berbagai alutsista canggih.

Negara-negara Teluk borong teknologi pertahanan Turki 

Menteri Pertahanan Kuwait, Syekh Abdullah Ali Abdullah Al Sabah, secara resmi menandatangani protokol pembelian sistem militer dari raksasa pertahanan Turki seperti Aselsan, Havelsan, dan produsen drone ternama, Baykar.

Kuwait dilaporkan sangat tertarik pada drone Akinci dan sistem pertahanan udara Hisar yang dirancang untuk menangkal ancaman di ketinggian rendah dan menengah.

Sementara itu, Arab Saudi dan Qatar dikabarkan telah menandatangani kontrak untuk membeli sistem anti-drone Korkut 100/25 buatan Aselsan.

Sistem ini sangat efektif melawan drone kecil yang kini menjadi ancaman utama di medan perang modern.

Arab Saudi bahkan melirik teknologi terbaru berupa sistem anti-drone berbasis laser yang bisa dipasang di truk kecil.

Salah satu alasan utama mengapa senjata Turki semakin diminati adalah fleksibilitas dan kecepatan produksinya.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini