TRIBUNNEWS.COM – Kapal pesiar MV Hondius, yang sebelumnya menjadi lokasi klaster wabah hantavirus strain Andes, telah menyelesaikan seluruh proses evakuasi penumpang dan awak kapal.
Proses evakuasi terakhir berlangsung di Pelabuhan Granadilla, Tenerife, Spanyol, pada Senin (11/5/2026) petang waktu setempat.
Setelah proses evakuasi di Spanyol dinyatakan rampung, kapal tersebut dijadwalkan melanjutkan pelayaran menuju pelabuhan asalnya di Rotterdam, Belanda.
Tahap Akhir Evakuasi
Berdasarkan informasi dari Reuters, kelompok terakhir yang dievakuasi pada Senin petang terdiri dari 28 orang, mencakup penumpang dan awak kapal.
Mereka langsung dibawa menuju Bandara Tenerife Selatan untuk dipulangkan ke Belanda menggunakan penerbangan khusus.
Sementara itu, 26 awak kapal lainnya tetap berada di atas kapal untuk mengoperasikan MV Hondius dalam perjalanan pulang ke Rotterdam.
Perubahan Prosedur dan Kendala Cuaca
Proses evakuasi MV Hondius sendiri sempat mengalami perubahan rencana.
Awalnya, otoritas akan menggunakan metode Fondeo, di mana kapal tidak bersandar langsung di pelabuhan.
Baca juga: Kemenkes Tingkatkan Kewaspadaan Hantavirus di Indonesia, Ini Cara Penularan dan Faktor Risikonya
Penumpang seharusnya dijemput secara bertahap menggunakan kapal kecil atau sekoci secara bolak-balik menuju daratan.
Namun, prosedur ini ditinggalkan dan MV Hondius akhirnya diizinkan bersandar langsung di Pelabuhan Granadilla.
Menteri Kesehatan Spanyol, Mónica Garcia pun buka suara akan hal tersebut.
Garcia menjelaskan bahwa langkah tersebut diambil atas rekomendasi Otoritas Maritim Spanyol.
"Kapal bersandar selama sekitar satu jam karena angin kencang dan kondisi laut yang buruk. Langkah ini diambil demi keselamatan penumpang dan personel darurat," ujar García seperti yang dilansir dari Reuters.
Secara keseluruhan, operasi evakuasi berjalan aman.
Baca tanpa iklan