News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Nyamuk Wolbitos Jadi Senjata Baru Brasil Melawan Demam Berdarah

Editor: Tiara Shelavie
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ILUSTRASI DEMAM BERDARAH - Perawat memeriksa pasien demam berdarah dengue (DBD) pada ruang perawatan pasien di RSUD Taman Sari, Jakarta Barat, Rabu (17/4/2024). Brasil menggunakan nyamuk yang diinfeksi bakteri Wolbachia untuk menghambat penyebaran dengue, Zika, dan chikungunya. (Tribunnews/Jeprima)

Dalam kasus berat, virus ini dapat memicu demam berdarah hingga kematian.

“Kami berada pada momen penting untuk memperluas program ini di Brasil,” kata Moreira.

Di dua kota tempat metode ini diuji secara ilmiah — Niteroi, dekat Rio de Janeiro, dan Campo Grande di Brasil tengah-barat — kasus dengue turun masing-masing 89 persen dan 63 persen.

Pemerintahan kiri Presiden Luiz Inacio Lula da Silva telah mengakui “wolbitos” sebagai langkah kesehatan publik, tetapi birokrasi negara belum mampu mengimbangi kecepatan produksi.

“Pabrik terpaksa mengurangi produksi karena permintaan dari kementerian kesehatan tidak terlalu tinggi,” kata Moreira.

Bukan ‘Solusi Ajaib’

Ahli biologi dan epidemiologi Ludimila Raupp, profesor di Pontifical Catholic University of Rio, mengatakan ada kebutuhan “mendesak” untuk memperluas proyek ini, tetapi hal tersebut “tidak mudah”.

Menurutnya, di Rio de Janeiro implementasi proyek mengalami “kelemahan serius” dan “kurangnya koordinasi institusional”.

Tim kesehatan lokal justru menghambat efektivitas program melalui penggunaan larvasida secara berlebihan, yang berbahaya bagi nyamuk terinfeksi Wolbachia.

Sementara itu, kekerasan terkait kejahatan terorganisir juga mengganggu pelepasan nyamuk di kawasan favela Rio yang luas, kata Moreira.

Menteri Kesehatan Brasil Alexandre Padilha mengatakan perluasan program menghadapi tantangan “teknis, operasional, logistik, dan finansial”.

Meski demikian, metode Wolbachia dijadwalkan diterapkan di 54 kota baru tahun ini, sehingga total kota peserta menjadi 70.

Moreira menegaskan metode ini bukan “solusi ajaib” untuk dengue, melainkan strategi pelengkap bagi langkah lain, seperti vaksin.

Brasil tahun lalu mengembangkan vaksin dosis tunggal pertama di dunia untuk dengue, sementara India berada di tahap akhir pengujian vaksin lain.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini