TRIBUNNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan bahwa fokus utamanya saat ini adalah memastikan Iran tidak memiliki senjata nuklir, meski konflik yang berlangsung telah memicu gejolak ekonomi dan kenaikan harga di berbagai negara, termasuk di AS sendiri.
Pernyataan itu disampaikan Trump pada Selasa sebelum bertolak menuju China untuk bertemu Presiden Xi Jinping.
Dalam kesempatan itu, Trump kembali melontarkan ancaman keras kepada Teheran terkait negosiasi penghentian perang dan program nuklir Iran.
“Mereka akan melakukan hal yang benar, atau kami akan menyelesaikan pekerjaan ini,” kata Trump, Selasa (12/5/2026).
Trump juga menepis anggapan bahwa tekanan ekonomi dalam negeri membuat Washington ingin segera mengakhiri konflik.
“Saya tidak memikirkan situasi keuangan orang Amerika. Saya tidak memikirkan siapa pun,” ujarnya.
“Yang saya pikirkan hanyalah satu hal: kita tidak boleh membiarkan Iran memiliki senjata nuklir. Itu saja,” lanjut Trump.
Menurut Trump, isu nuklir Iran jauh lebih penting dibanding gejolak pasar maupun naik turunnya ekonomi global akibat perang.
“Hal terpenting adalah Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir. Setiap warga Amerika memahaminya. Jika pasar saham naik atau turun sedikit, rakyat Amerika memahaminya,” katanya.
Perang antara AS, Israel, dan Iran sendiri telah berlangsung lebih dari dua bulan sejak serangan gabungan AS dan Israel pada 28 Februari lalu.
Baca juga: Iran Bangkit Cepat, 90 Persen Fasilitas Nuklir Aktif Lagi usai Dibom AS
Meski sempat tercapai gencatan senjata sementara pada 8 April 2026, ketegangan masih terus berlanjut, terutama di kawasan Selat Hormuz yang menjadi jalur penting distribusi minyak dunia.
Trump menegaskan AS tidak membutuhkan bantuan Beijing untuk menghadapi Iran, meskipun China memiliki hubungan dekat dengan Teheran dan menjadi salah satu pembeli utama minyak Iran.
Ketika ditanya apakah ia mengharapkan intervensi dari Presiden Tiongkok Xi Jinping terhadap Iran, Trump menjawab, “Saya rasa kita tidak butuh bantuan apa pun dengan Iran. Kita akan memenangkannya dengan cara apa pun, secara damai atau sebaliknya,” ujar Trump.
“Bagaimanapun caranya, kita akan menang,” tambahnya.
"Angkatan Laut mereka (Iran) sudah hancur, Angkatan Udara mereka sudah hancur, setiap elemen mesin perang mereka sudah hancur," kata Trump.
Baca tanpa iklan