Untuk meringankan beban pendidikan, pemerintah juga membagikan voucher buku senilai RM100 (sekitar Rp448.900) yang ditujukan bagi seluruh pelajar sekolah dan mahasiswa di penjuru negeri.
Faktor Menguatnya Ekonomi Malaysia
Langkah efisiensi anggaran ini berjalan beriringan dengan menguatnya nilai mata uang Ringgit, yang saat ini tercatat sebagai salah satu mata uang dengan kinerja terbaik di kawasan Asia.
Tren positif ini diyakini sebagai hasil dari meningkatnya kepercayaan investor yang didukung oleh stabilitas politik yang terjaga dengan baik.
Baca juga: Thailand Copot Pejabat karena Banjir, di Indonesia Bupati Umrah dan DPRD Kunker saat Bencana
Di samping itu, tata kelola pemerintahan yang efisien serta komitmen kuat dalam pemberantasan korupsi di bawah kepemimpinan Anwar Ibrahim turut menjadi faktor kunci yang mendongkrak perekonomian.
Terkait upaya pemberantasan korupsi dan perbaikan tata kelola, Anwar menekankan bahwa hal tersebut murni bertujuan untuk memulihkan stabilitas keuangan negara, bukan dilandasi motif politik.
Di kancah internasional, kebijakan luar negeri Malaysia yang berprinsip "centrality" dinilai Anwar berhasil menjaga kuatnya hubungan dagang dan aliran investasi dari negara-negara besar ke Malaysia.
Adapun asas "Centrality" yang dimaksud Anwar ini adalah sikap independen namun tegas yang ditampilkan Malayasia terhadap isu-isu internasional dan panggung global.
Melalui perpaduan antara penguatan Ringgit dan disiplin anggaran yang ketat, Anwar mengaku optimis Malaysia dapat terus menjaga kesejahteraan rakyatnya di tengah ketidakpastian geopolitik global.
(Tribunnews.com/Bobby)
Baca tanpa iklan