TRIBUNNEWS.COM - Helikopter tempur AH-64 Apache milik Angkatan Darat Amerika Serikat (AS) dilaporkan jatuh di dekat Selat Hormuz, jalur perairan strategis yang selama ini menjadi pusat ketegangan antara Iran dan AS, Selasa (9/6/2026).
Hingga saat ini, kondisi pasti helikopter tempur AH-64 Apache milik Amerika Serikat yang jatuh di dekat Selat Hormuz belum dijelaskan secara rinci oleh pemerintah AS maupun militer Amerika.
Meski begitu Presiden Trump memastikan bahwa dua pilot militer AS yang berada di dalam helikopter tersebut berhasil diselamatkan dan berada dalam kondisi selamat.
“Para pilot baik-baik saja. Tidak ada yang terluka,” kata Trump saat berbicara kepada wartawan di landasan pacu Bandara Internasional John F. Kennedy sebelum kembali ke Washington DC.
Laporan New York Times menyebutkan bahwa helikopter Apache itu jatuh di dekat Selat Hormuz, wilayah perairan yang sebagian besar berada di bawah pengaruh militer Iran.
Namun belum ada kepastian apakah helikopter tersebut ditembak jatuh oleh Iran, mengalami gangguan teknis, atau menghadapi masalah operasional lainnya.
Ketika ditanya mengenai penyebab insiden tersebut, Trump mengatakan pemerintah AS akan mengeluarkan laporan resmi dalam waktu dekat.
Pemerintah Iran melalui media resminya juga mengakui adanya kecelakaan tersebut, tetapi tidak memberikan rincian tambahan terkait penyebab maupun lokasi pasti jatuhnya helikopter.
Sementara itu, Gedung Putih, Departemen Luar Negeri AS, dan Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) belum memberikan pernyataan resmi lebih lanjut terkait insiden tersebut.
Insiden jatuhnya helikopter Apache terjadi hanya sehari setelah Iran dan Israel menyatakan penghentian sementara serangan satu sama lain.
Penghentian konflik itu disebut terjadi setelah adanya tekanan langsung dari Presiden Donald Trump yang meminta kedua pihak menahan diri.
Baca juga: China Kritik Aksi Militer AS-Israel-Iran: Perang Tak Akan Pernah Jadi Solusi
Meski demikian, situasi di Timur Tengah masih sangat rapuh. Iran sebelumnya telah memperingatkan akan kembali melakukan serangan apabila Israel terus menyerang kelompok Hizbullah di Lebanon.
Pemerintah AS sendiri saat ini sedang berupaya mendorong tercapainya kesepakatan baru dengan Teheran guna mengakhiri konflik yang telah berlangsung lebih dari tiga bulan sejak pecah pada akhir Februari lalu.
Trump bahkan mengisyaratkan bahwa dirinya mungkin memiliki “gagasan” mengenai kesepakatan baru dengan Iran dalam beberapa hari kedepan, meski tidak menjelaskan detail lebih lanjut.
Apache Disebut Helikopter Tempur Paling Ditakuti
Mengutip dari The Times of Israel, AH-64 Apache merupakan salah satu helikopter tempur paling mematikan yang dimiliki militer Amerika Serikat.
Baca tanpa iklan