News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Iran Vs Amerika Memanas

Militer AS Dihantam Dua Insiden: Apache Jatuh dan Navy SEAL Tewas Ditembak di Kapal Induk

Penulis: Hasiolan Eko P Gultom
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Tentara dari Batalyon ke-3 Brigade Lintas Udara 101 berkumpul di landasan udara menunggu helikopter menjemput mereka untuk menjalankan misi, beberapa melambai ke helikopter serbu Apache yang lewat, di sebuah pangkalan di barat laut Irak, sekitar 100 kilometer dari perbatasan Suriah, Minggu, 18 Mei 2003 -

Helikopter ini dilengkapi meriam otomatis 30 mm, rudal Hellfire berpemandu presisi, serta sistem persenjataan lain yang dirancang untuk menghancurkan kendaraan lapis baja dan berbagai sasaran tempur di medan perang.

Navy SEAL Tewas Ditembak di Atas Kapal Induk USS John F. Kennedy

Di saat penyelidikan atas jatuhnya Apache masih berlangsung, Angkatan Laut AS juga menghadapi tragedi lain. Stars and Stripes melaporkan bahwa seorang anggota Navy SEAL bernama Jess Braswell tewas akibat penembakan di atas kapal induk USS John F. Kennedy pada Sabtu (6/6/2026).

Juru bicara Angkatan Laut AS menyebutkan bahwa tim respons cepat langsung dikerahkan setelah insiden terjadi. Seorang pelaut lain telah diamankan dan ditahan, namun hingga kini belum ada dakwaan resmi yang diumumkan.

Penyebab maupun motif penembakan masih dalam tahap investigasi. Pihak Angkatan Laut juga belum mengungkapkan kronologi lengkap kejadian tersebut.

Kasus ini menjadi perhatian karena terjadi di USS John F. Kennedy, kapal induk bertenaga nuklir generasi terbaru milik Amerika Serikat. Kapal tersebut merupakan unit kedua dari kelas Gerald R. Ford yang dipersiapkan menjadi salah satu tulang punggung armada laut AS.

Meski belum resmi bertugas aktif, kapal induk itu telah menjalani uji coba laut dan saat ini berada di Newport, Virginia. USS John F. Kennedy dijadwalkan mulai memasuki dinas Angkatan Laut AS pada Maret 2027.

Rentetan dua insiden tersebut menjadi kabar buruk bagi militer Amerika Serikat. Di satu sisi, aset tempur penting mengalami kecelakaan di kawasan konflik yang sensitif.

Di sisi lain, seorang prajurit elite kehilangan nyawa akibat penembakan di lingkungan internal militer. Hingga saat ini, penyelidikan terhadap kedua peristiwa tersebut masih terus berlangsung.



Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini