Situasi ini menunjukkan bahwa konflik tidak hanya berdampak di medan perang, tetapi juga mulai memengaruhi stabilitas energi dan kebutuhan dasar masyarakat Rusia.
Tokoh Militer Rusia Jadi Target Serangan
Sepanjang perang, berbagai serangan terhadap tokoh militer senior Rusia terus terjadi.
Beberapa di antaranya diklaim oleh pihak Ukraina atau disalahkan oleh otoritas Rusia sebagai operasi intelijen.
Laporan terbaru menyebutkan adanya pembunuhan pejabat militer melalui ledakan bom mobil, yang menambah daftar panjang target strategis dalam konflik ini, seperti diberitakan The Guardian.
Uni Eropa Siapkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Di sisi diplomasi internasional, Uni Eropa terus memperketat tekanan terhadap Rusia melalui paket sanksi baru.
Komisi Eropa mengusulkan larangan tambahan yang menyasar sektor energi, keuangan, perdagangan, hingga individu yang terlibat perang.
Langkah ini termasuk pembatasan harga minyak Rusia hingga 2027, penambahan kapal tanker “armada bayangan” ke daftar hitam, sanksi terhadap bank, perusahaan kripto, dan pedagang minyak, larangan impor ikan Rusia, termasuk kod, pembatasan logam, bijih, dan suku cadang mobil senilai 60 juta Euro.
Selain itu, Uni Eropa juga ingin membatasi ekspor material yang digunakan untuk industri pertahanan dan drone Rusia.
Namun, beberapa komoditas seperti alumina dari Uni Eropa masih belum masuk daftar larangan, meski sebelumnya menjadi sorotan dalam investigasi perdagangan bahan baku ke Rusia.
Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menegaskan bahwa langkah ini adalah bagian dari tekanan berkelanjutan:
“Sudah saatnya kita mewujudkannya juga,” katanya terkait aksesi Ukraina ke Uni Eropa.
Zelenskyy Temui Para Pemimpin Nordik dan Baltik
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy melakukan pertemuan dengan para pemimpin Nordik dan Baltik di Estonia untuk membahas pertahanan terhadap ancaman drone.
Ia menyatakan Ukraina siap membantu pengembangan sistem pertahanan murah untuk menghadapi serangan udara:
“Kami melakukan ini di Timur Tengah, dan itu berhasil,” ujar Zelenskyy.
Sementara itu, Bulgaria menyatakan tidak akan lagi memasok senjata ke Ukraina. Menteri pertahanan Bulgaria, Dimitar Stoyanoz, menegaskan bahwa:
Baca tanpa iklan