News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Konflik Palestina Vs Israel

Hamas Ultimatum Israel, Ancam Perang jika Pasukan Netanyahu Nekat Rebut Masjid Al Aqsa

Penulis: Namira Yunia Lestanti
Editor: Nuryanti
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TRIBUNNEWS.COM - Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah kelompok sayap kanan Palestina, Hamas, mengeluarkan peringatan keras kepada Israel terkait upaya mengambil alih pengelolaan kompleks Masjid Al Aqsa di Yerusalem Timur.

Dalam pernyataan resminya Hamas menilai langkah Israel untuk memperluas kendali di kawasan suci tersebut sebagai tindakan berbahaya yang dapat memicu konflik besar di kawasan.

Kelompok tersebut menuding pemerintah Israel sedang menjalankan proses “Yahudisasi” terhadap Masjid Al Aqsa dengan dalih keamanan dan pengaturan tempat ibadah multiagama.

Hamas menyebut upaya tersebut tidak hanya melanggar hukum internasional, tetapi juga dianggap sebagai ancaman langsung terhadap identitas sejarah dan keagamaan umat Islam di Palestina.

“Palestina tidak akan menerima upaya penghapusan jejak Islam di tanah suci,” demikian isi pernyataan Hamas yang dikutip dari Saba News.

Adapun fokus utama ketegangan kali ini berada di kawasan Kubah Musa, salah satu bangunan bersejarah yang berada di area barat kompleks Masjid Al Aqsa atau Haram Al Sharif.

Bangunan tersebut selama bertahun-tahun digunakan sebagai tempat pembelajaran agama, rumah tahfiz Al Quran, serta pusat aktivitas keagamaan masyarakat Palestina.

hamas menuduh Israel tengah berupaya mengambil alih area tersebut sebagai bagian dari rencana lebih luas untuk memperkuat kontrol atas seluruh kawasan Al Aqsa.

AS dan Israel Disebut Susun Skema Baru

Ketegangan semakin memanas setelah muncul laporan diplomatik yang menyebut Amerika Serikat dan Israel sedang membahas rencana mencabut hak pengelolaan Wakaf Islam Yordania atas Masjid Al Aqsa.

Selama ini, otoritas Wakaf Islam Yordania memegang peran penting dalam mengelola kawasan suci tersebut, termasuk pengaturan ibadah umat Muslim dan pemeliharaan situs bersejarah di dalam kompleks Al Aqsa.

Namun berdasarkan laporan sejumlah sumber diplomatik, Israel disebut ingin membentuk badan pengelola baru yang akan menjadikan kawasan tersebut sebagai pusat ibadah multiagama.

Baca juga: Akankah Israel Memperluas Kendalinya di Selatan Lebanon?

Jika rencana itu dijalankan, maka Israel disebut akan memiliki pengaruh besar dalam penunjukan imam, pengaturan khutbah Jumat, hingga pemberian izin masuk jemaah.

Bahkan, laporan tersebut juga menyebut adanya kemungkinan dibukanya akses ibadah massal umat Yahudi di kawasan yang selama ini menjadi tempat suci umat Islam.

Situasi ini langsung memicu reaksi keras dari Hamas dan sejumlah kelompok Palestina lainnya.

Mereka menilai perubahan status pengelolaan Al Aqsa berpotensi memicu gelombang kemarahan baru di Palestina maupun dunia Islam.

Hamas Serukan Negara Arab dan Islam Bertindak

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini