TRIBUNNEWS.COM - Kritikan demi kritikan terus bergulir menjelang perhelatan Piala Dunia 2026 besok Jumat (12/6/2026).
Kritikan-kritikan tersebut terjadi setelah adanya drama visa yang menimpa wasit hingga pemain saat akan memasuki Amerika Serikat (AS).
Sejumlah laporan mengonfirmasi adanya penahanan di bandara, penolakan visa secara massal, hingga penarikan tiket sepihak pada menit-menit terakhir menjelang kick-off Piala Dunia 2026.
Salah satu korban paling fatal dari pengetatan imigrasi ini adalah Omar Artan.
Mengutip The Guardian, wasit asal Somalia yang dinobatkan sebagai Wasit Pria Terbaik Afrika 2025 tersebut awalnya diproyeksikan mencetak sejarah emas sebagai orang Somalia pertama yang memimpin laga di putaran final Piala Dunia.
Namun, sejarah tersebut sirna seketika.
Begitu mendarat di Bandara Internasional Miami, Artan langsung dicegat oleh petugas Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan (CBP) AS.
Meski memegang visa perjalanan yang sah, ia dinyatakan tidak boleh memasuki wilayah AS.
Menanggapi rentetan kritikan tersebut, Presiden FIFA Gianni Infantino pasang badan membela penunjukan AS sebagai host Piala Dunia 2026.
Infantino menegaskan bahwa sebagai federasi sepak bola internasional, FIFA tidak memiliki kuasa mutlak untuk mengintervensi kebijakan hukum dan kedaulatan pemerintah suatu negara, termasuk AS.
"Kami selalu berupaya mencari jalan keluar. Namun, kita harus sadar bahwa kami (FIFA) bukan 'raja dunia' yang bisa mendikte pemerintah atau aparat kepolisian," ujar Infantino dalam konferensi pers di Mexico City, Meksiko, Kamis (11/6/2026), mengutip Al Jazeera.
Baca juga: Wasit Piala Dunia Asal Somalia yang Dilarang Masuk ke AS Pulang Kampung dan Disambut Bak Pahlawan
"Kami hanyalah organisasi olahraga. Kami mencoba melakukan hal terbaik yang kami bisa dengan segala keterbatasan yang ada," imbuhnya.
Sebelum konferensi pers Infantino, Presiden AS Donald Trump sempat melontarkan pernyataan kontroversial.
Trump menegaskan bahwa pemerintahannya memperketat pintu masuk demi memastikan hanya "orang-orang yang tepat" yang boleh menginjakkan kaki di AS selama Piala Dunia berlangsung.
Menyikapi tensi yang meninggi, Infantino meminta semua pihak untuk berkepala dingin dan memercayakan proses diplomasi di balik layar kepada FIFA.
Baca tanpa iklan