TRIBUNNEWS.COM - Otoritas maritim Iran dilaporkan mencegat dan memblokir setidaknya satu kapal tanker minyak yang berusaha memasuki Selat Hormuz tanpa koordinasi sebelumnya.
Insiden tersebut memicu ketegangan baru di jalur pelayaran strategis dunia itu.
Sumber-sumber lokal menyebut ledakan terdengar di wilayah selatan Iran, pada Jumat (12/6/2026), setelah aparat Iran menghentikan kapal tanker yang dinilai tidak mematuhi aturan maritim yang berlaku di kawasan tersebut.
Menurut laporan, tindakan itu dilakukan sebagai bagian dari upaya Iran menegakkan regulasi pelayaran dan pengawasan terhadap kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz, jalur penting bagi distribusi energi global.
Ledakan Keras
Media Iran sebelumnya melaporkan ledakan keras terdengar di dekat Pelabuhan Sirik, Provinsi Hormozgan.
Baca juga: Iran Marah Besar: Tutup Selat Hormuz, Hantam Pangkalan AS di Bahrain, Drone Serang Beraksi
Kantor Berita Mehr menyebut ledakan terjadi sekitar dua kilometer dari area pelabuhan dan memicu perhatian warga setempat, mengutip Al Mayadeen, Jumat (12/6/2026).
Tak lama kemudian, dua ledakan lain juga dilaporkan terdengar di Bandar Abbas, kota pelabuhan utama Iran yang berada di tepi Selat Hormuz.
Kantor Berita Tasnim menyatakan suara ledakan tersebut berkaitan dengan peluncuran yang diarahkan ke kawasan Selat Hormuz, meski tidak merinci jenis maupun target peluncuran tersebut.
Peristiwa ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) setelah aktivitas militer Washington di kawasan dalam dua hari terakhir.
Situasi keamanan di sekitar koridor maritim strategis itu pun kembali menjadi sorotan internasional.
Klaim Trump
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengklaim telah membatalkan rencana serangan terhadap Iran dan menyebut adanya kemajuan menuju kemungkinan kesepakatan baru antara Washington dan Teheran.
Namun, pejabat Iran berulang kali membantah bahwa kesepakatan final dengan AS telah tercapai.
Teheran juga terus menegaskan otoritasnya atas aktivitas maritim di Selat Hormuz dan menyatakan siap menghadapi setiap upaya yang dianggap melanggar aturan pelayaran di kawasan tersebut.
Selat Hormuz sendiri merupakan salah satu jalur transit minyak paling vital di dunia, sehingga setiap eskalasi keamanan di wilayah itu berpotensi memengaruhi stabilitas energi global.
(Tribunnews.com/Garudea Prabawati)
Baca tanpa iklan