News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Iran Vs Amerika Memanas

Israel Panik AS-Iran Mau Damai, Khawatir Teheran Makin Kuat usai Perang

Penulis: Namira Yunia Lestanti
Editor: Whiesa Daniswara
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TRIBUNNEWS.COM - Sejumlah pejabat senior Israel mulai menunjukkan kekhawatiran serius terhadap rencana kesepakatan damai yang tengah disusun antara Amerika Serikat dan Iran.

Mereka menilai perjanjian tersebut justru berpotensi memperkuat posisi Teheran di kawasan Timur Tengah setelah konflik berkepanjangan yang selama ini melemahkan ekonomi dan pengaruh Iran.

Kekhawatiran itu muncul setelah berbagai laporan menyebut Washington dan Teheran semakin dekat mencapai nota kesepahaman baru untuk mengakhiri konflik sekaligus membuka kembali jalur diplomasi antara kedua negara.

Situasi tersebut semakin menjadi sorotan setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan kesepakatan untuk mengakhiri perang di Timur Tengah dijadwalkan akan ditandatangani pada Minggu (14/6/2026).

Trump mengatakan perjanjian itu akan menjadi langkah penting untuk meredakan ketegangan kawasan dan membuka kembali Selat Hormuz yang selama konflik berlangsung menjadi pusat krisis jalur distribusi energi dunia.

Namun bagi Israel, perkembangan tersebut tidak sepenuhnya dianggap sebagai kabar baik.

Pemerintah Israel menilai perdamaian tanpa pembatasan ketat terhadap program nuklir Iran, sistem rudal balistik, dan dukungan Teheran terhadap kelompok-kelompok proksi di Timur Tengah justru dapat menciptakan ancaman baru dalam jangka panjang.

Israel Nilai Kesepakatan Bisa Membahayakan Keamanan

Para pejabat dan pakar keamanan Israel yang selama puluhan tahun menangani isu Iran menilai isi nota kesepahaman tersebut berpotensi membahayakan kepentingan keamanan Israel di masa mendatang.

Mereka khawatir kesepakatan itu akan memberikan ruang bagi Iran untuk kembali memperkuat pengaruh ekonomi, politik, dan militernya setelah perang mereda.

Menurut para pejabat Israel, dampak paling cepat dari perjanjian tersebut adalah dibukanya kembali Selat Hormuz yang akan membuat aktivitas perdagangan minyak dan gas Iran kembali normal.

Baca juga: Trump Sesumbar Damai Iran-AS Tuntas Minggu Ini, Teheran Justru Beri Sinyal Ragu

Kondisi itu dinilai dapat membantu pemulihan ekonomi Iran sekaligus memperkuat stabilitas pemerintahan Teheran yang selama konflik menghadapi tekanan besar dari dalam maupun luar negeri.

Israel juga menilai pengaruh Iran di kawasan Timur Tengah berpotensi kembali meningkat, termasuk hubungan Teheran dengan kelompok-kelompok sekutunya di Lebanon, Suriah, Irak, dan Yaman.

Selain itu, para pejabat Israel khawatir kesepakatan damai tersebut justru menjadi pukulan bagi kelompok oposisi dan masyarakat Iran yang selama ini menentang pemerintahan Teheran.

“Yang akan terjadi adalah terbukanya Selat Hormuz, bangkitnya kembali rezim, dan tamparan keras bagi rakyat Iran,” ujar seorang pejabat Israel.

Kekhawatiran Israel semakin besar karena sejumlah isu yang selama ini menjadi fokus utama keamanan Tel Aviv disebut belum terselesaikan dalam rancangan kesepakatan tersebut.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini