News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Iran Vs Amerika Memanas

Draf Nota Kesepahaman AS-Iran Bocor, Terungkap Pasal-pasal Penting

Penulis: Yunita Rahmayanti
Editor: Nuryanti
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PRESIDEN AS TRUMP - Foto diambil dari Facebook The White House, memperlihatkan Presiden AS Donald Trump dalam unggahan Gedung Putih pada Selasa (12/5/2026). Pada 16 Juni 2026, Bloomberg mengungkap draf nota kesepahaman AS-Iran untuk mengakhiri perang. Perjanjian itu akan ditandatangani pada 19 Juni 2026.

Ringkasan Berita:

  • Bloomberg News melaporkan draf nota kesepahaman AS-Iran yang akan ditandatangani pada 19 Juni 2026 di Swiss.
  • Sebagai imbalannya, AS disebut akan melonggarkan sanksi, membebaskan aset Iran yang dibekukan, dan mengecualikan ekspor minyak serta layanan perbankan Iran dari sanksi.
  • Namun, keaslian draf yang beredar belum dapat dipastikan karena Trump belum merilis teks resmi perjanjian tersebut.
  • Israel dikabarkan tidak memperoleh akses ke isi dokumen dan menyuarakan kekhawatiran terkait sejumlah isu.

TRIBUNNEWS.COM - Media Bloomberg News melaporkan telah memperoleh draf nota kesepahaman antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang dijadwalkan akan ditandatangani secara resmi di Swiss pada Jumat, 19 Juni 2026.

Dokumen tersebut disebut memuat kesepakatan gencatan senjata di seluruh medan konflik, komitmen untuk mencapai perjanjian final dalam waktu 60 hari dengan opsi perpanjangan, serta kewajiban Iran untuk tetap mematuhi ketentuan program nuklirnya saat ini.

Publikasi draf tersebut muncul di tengah meningkatnya perdebatan di Amerika Serikat mengenai isi kesepakatan dan kemungkinan adanya konsesi besar yang diberikan kepada Iran.

Namun, belum dapat dipastikan apakah dokumen yang dipublikasikan Bloomberg News merupakan versi yang sama dengan nota kesepahaman yang diklaim telah ditandatangani secara elektronik pada Senin lalu.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya berjanji akan mempublikasikan isi nota kesepahaman tersebut dalam waktu dua hari dan bahkan menyatakan kesiapannya untuk membacakannya secara terbuka.

Ia juga menegaskan bahwa dokumen itu akan diserahkan kepada Kongres untuk ditinjau lebih lanjut.

Berikut adalah poin-poin penting dari dokumen yang diterbitkan oleh Bloomberg:

  1. Teheran, Washington, dan sekutu mereka mengumumkan pengakhiran segera dan final perang di semua lini.
  2. Teheran, Washington, dan sekutu mereka berjanji untuk tidak melancarkan tindakan permusuhan apa pun dan untuk menahan diri dari ancaman.
  3. Teheran dan Washington berjanji untuk mencapai kesepakatan dalam jangka waktu maksimal 60 hari, yang dapat diperpanjang.
  4. Amerika Serikat akan mencabut blokade angkatan laut terhadap Iran segera setelah penandatanganan nota kesepahaman.
  5. Amerika Serikat berjanji untuk menarik pasukannya dalam waktu 30 hari sejak tanggal kesepakatan final.
  6. Iran akan berupaya untuk melanjutkan lalu lintas pengiriman dalam waktu 30 hari, dengan mempertimbangkan kebutuhannya untuk menghilangkan hambatan.
  7. Washington berjanji untuk bekerja sama dengan mitra regionalnya dalam rehabilitasi dan pembangunan ekonomi Iran.
  8. Washington berkomitmen untuk mengakhiri sanksi terhadap Iran sesuai dengan jadwal yang disepakati sebagai bagian dari perjanjian.
  9. Iran menegaskan kembali bahwa mereka tidak akan pernah memproduksi senjata nuklir.
  10. Teheran dan Washington sepakat untuk membahas nasib bahan yang diperkaya dan masalah nuklir dalam kesepakatan final.
  11. Teheran dan Washington sepakat untuk mempertahankan status quo hingga kesepakatan akhir tercapai.
  12. Iran akan mempertahankan program nuklirnya saat ini tanpa Washington memberlakukan atau meningkatkan sanksi.
  13. Washington berjanji untuk mengecualikan minyak Iran dan layanan perbankan terkait dari sanksi.
  14. Washington berjanji untuk melepaskan dana dan aset Iran yang dibekukan.
  15. Setelah menerima jaminan untuk pelaksanaan beberapa ketentuan perjanjian, kedua negara memulai negosiasi tentang perjanjian akhir.
  16. Perjanjian akhir antara Washington dan Teheran diadopsi melalui resolusi yang mengikat dari Dewan Keamanan PBB.

Baca juga: Iran Temukan Hulu Ledak Tomahawk Utuh di Teheran, Barat Cemas Teknologi Rudal AS Dibongkar

Washington Menolak Membagikan Teks Kesepakatan AS-Iran Kepada Israel

Saluran TV Israel, Channel12, melaporkan Israel meminta AS untuk membagikan teks nota kesepahaman dengan Iran, tapi permintaan itu ditolak.

Mengutip sumber yang dirahasiakan, Channel12 melaporkan salah satu alasan penolakan itu adalah kekhawatiran pemerintahan Presiden AS Donald Trump bahwa Perdana Menteri Israel Netanyahu akan membocorkan perjanjian itu sebelum dirilis.

Israel masih belum mengetahui rincian lengkap dari perjanjian itu dan penolakan AS mencegah para pejabat Israel mengetahui ketentuan dari kesepahaman terbaru sebelum ditandatangani.

Nota kesepahaman tersebut menjadi kerangka kerja umum bagi negosiasi AS dan Iran untuk membahas program nuklir Iran, dalam waktu 60 hari setelah perjanjian ditandatangani.

Sebelumnya, The Wall Street Journal mengungkapkan kekhawatiran Israel tentang kesepakatan Washington dan Teheran.

Mengutip sumber, The Wall Street Journal mengatakan Netanyahu berupaya mengadakan pertemuan mendesak dengan Trump untuk menyelesaikan "isu-isu yang bertentangan" dalam perjanjian itu.

Kekhawatiran diperparah dengan kurangnya kejelasan mengenai beberapa ketentuan perjanjian tersebut, termasuk tentang program rudal balistik, pembatasan pengaruh Iran di kawasan, dan isu lainnya menurut Israel.

Latar Belakang Perang AS-Israel Vs Iran

Perang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran meletus pada 28 Februari 2026 setelah Washington dan Tel Aviv melancarkan serangan terhadap sejumlah fasilitas strategis Iran menyusul kegagalan perundingan nuklir di Jenewa.

AS dan Israel menuduh Iran berupaya mengembangkan senjata nuklir, sedangkan Teheran menegaskan program nuklirnya hanya untuk kepentingan sipil.

Perang semakin memanas setelah Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dilaporkan wafat dan posisinya digantikan oleh Mojtaba Khamenei.

Sebagai balasan, Iran menyerang sejumlah target di Israel dan pangkalan militer AS di kawasan Teluk serta memperketat pengawasan di Selat Hormuz.

Setelah hampir 40 hari pertempuran, gencatan senjata sementara berhasil dicapai melalui mediasi Pakistan pada 8 April 2026.

Kemudian, pada 15 Juni 2026, Presiden AS Donald Trump mengumumkan tercapainya nota kesepahaman antara Washington dan Teheran sebagai landasan negosiasi selama 60 hari.

Berdasarkan kesepakatan tersebut, Iran tetap diperbolehkan memperkaya uranium untuk kebutuhan sipil di bawah pengawasan internasional dan berjanji tidak mengembangkan senjata nuklir.

Sebagai imbalannya, Iran berharap memperoleh pelonggaran sanksi, pencairan aset yang dibekukan, serta pembukaan kembali Selat Hormuz, meski sejumlah perbedaan dengan Israel masih membayangi menjelang penandatanganan perjanjian resmi pada 19 Juni 2026 di Swiss.

(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini