News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Iran Vs Amerika Memanas

Para Pemimpin G7 Sambut Kesepakatan AS-Iran, Serukan Perdamaian di Lebanon

Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Suci BangunDS
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

KTT G7 - Para pemimpin dunia berfoto bersama dalam KTT G7 di Prancis, 17 Juni 2026. Para pemimpin G7 mendukung proses perdamaian AS-Iran dan menyerukan gencatan senjata segera di Lebanon sebagai bagian dari upaya meredakan konflik kawasan. (Instagram @g7 dan @elysee)

TRIBUNNEWS.COM - Para pemimpin G7 mendukung proses perdamaian AS-Iran yang sedang berlangsung, menyerukan gencatan senjata segera di Lebanon, serta berjanji mengurangi ketergantungan pada Selat Hormuz dengan mendiversifikasi jalur pasokan energi global.

Bertemu di kota resor Evian-les-Bains, Prancis, pada Rabu (17/6/2026), para pemimpin Inggris, Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, dan Amerika Serikat menyambut baik kesepakatan sementara yang dicapai antara AS dan Iran, yang diperkirakan akan diumumkan secara resmi pada Jumat (19/6/2026) di Swiss.

Indonesia pun menyambut baik pemberitaan mengenai tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat dan Republik Islam Iran sebagai perkembangan positif menuju penyelesaian konflik secara damai serta terciptanya perdamaian, keamanan, dan stabilitas di kawasan, tulis Kementerian Luar Negeri RI di X, Senin (15/6/2026).

Mengutip Outlook, kesepakatan AS-Iran memperpanjang gencatan senjata yang pertama kali diumumkan pada April selama 60 hari tambahan, sehingga membuka peluang bagi negosiasi menuju penyelesaian permanen atas konflik yang telah menewaskan lebih dari 7.000 orang, sebagian besar di Iran dan Lebanon.

"Kami menggarisbawahi perlunya negosiasi untuk mengatasi ancaman yang ditimbulkan Iran di kawasan dan sekitarnya serta memastikan negara itu tidak pernah memperoleh senjata nuklir," kata para pemimpin G7 dalam sebuah pernyataan.

KTT tersebut, memberi Presiden AS Donald Trump kesempatan untuk memberikan pengarahan kepada para sekutu mengenai kesepakatan tersebut.

Meskipun negara-negara G7 secara umum memiliki kekhawatiran yang sama dengan Washington mengenai program nuklir Iran, beberapa anggota menentang keputusan untuk melancarkan aksi militer dan tetap waspada terhadap kemungkinan Teheran keluar dari konflik dengan pengaruh yang tetap signifikan setelah mempertahankan kendali atas Selat Hormuz.

Para pemimpin G7 mengatakan, mereka siap mendukung implementasi perjanjian tersebut. Koalisi yang dipimpin Inggris dan Prancis diperkirakan akan membantu mengamankan jalur pelayaran setelah Selat Hormuz dibuka kembali pada Jumat mendatang.

Nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani AS dan Iran belum dirilis kepada publik.

Namun, para pejabat AS mengatakan, MoU tersebut mengikat Iran untuk tidak memperoleh senjata nuklir dan membuka jalan bagi negosiasi lebih lanjut mengenai persediaan uranium yang diperkaya.

Meski demikian, sejumlah tujuan yang disampaikan Trump pada awal perang masih belum tercapai.

Baca juga: Trump Janjikan Upaya Akhiri Perang Ukraina usai Bertemu Zelensky di KTT G7 Prancis

Pemerintah Iran tetap berkuasa, program rudal balistiknya belum dibongkar, persediaan uranium yang diperkaya belum diserahkan, dan Iran masih terus mendukung kelompok-kelompok regional seperti Hizbullah.

Salah satu isu besar yang belum terselesaikan adalah Lebanon, tempat Israel melancarkan kampanye militer pada Maret melawan Hizbullah setelah kelompok tersebut terlibat dalam konflik untuk mendukung Iran.

Pasukan Israel masih menduduki sebagian wilayah Lebanon selatan, menyebabkan lebih dari satu juta orang mengungsi, sementara Hizbullah tetap mempertahankan kekuatannya.

Iran bersikeras bahwa gencatan senjata yang langgeng harus mencakup penghentian permusuhan di Lebanon dan penarikan pasukan Israel.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini