News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Wisata Gerhana Matahari Total

Ini Bahaya Melihat Langsung Gerhana Matahari, Bisa Bikin Buta

Penulis: Edwin Firdaus
Editor: Hasanudin Aco
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TRIBUNNEWS.COM JAKARTA - Indonesia diprediksi akan kedatangan momen langka pada bulan Maret mendatang.

Sebab Gerhana Matahari Total (GMT) setidaknya akan melintasi 11 provinsi di tanah air.

Baca Juga: Ini Wilayah di Indonesia yang Akan Dilintasi Gerhana Matahari Total

Momen itu, diungkapkan Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Andi Eka Sakya sangat langka.

Bahkan bisa hanya sekali seumur hidup.

Tapi seberapa bahayanya masyarakat menatap fenomena itu dengan mata telanjang?

"Jika melihatnya pada saat fase GMT terjadi, maka melihat tidak berbahaya," kata Andi di Kantor BMKG, Jakarta, Kamis (11/2/2016).

Sebaliknya, kata Andi, akan menjadi sangat berbahaya jika seseorang melihat langsung saat baru gerhana sebagian.

Apalagi melihatnya dalam durasi yang lama.

‎Karenanya, Andi mengimbau masyarakat menghindari melihat fase gerhana sebagian ini.

"Jangan melihat langsung ke arah waktu yang lama dalam fase ini," tegasnya.

Andi menjelaskan, fase itu menjadi bahaya karena paparan cahaya matahari dengan intensitas tinggi akan m‎enembus mata dan merusak lapisan retina mata yang berisi syaraf sensitif.

Padahal, retina mata tidak memiliki sensor sakit sehingga banyak orang cenderung mengabaikan dengan menatap langsung ke matahari dan tidak menyadari matanya sedang berada dalam keadaan bahaya.

"Kerusakan pada retina akan dirasakan dalam bentuk penglihatan yang kabur selama beberapa jam sampai minggu," ujarnya.

Tak cuma itu, kerusakan mata secara permanen pun dapat terjadi. ‎Bahkan sampai menyebabkan kebutaan.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini