News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Cuci Tangan Pakai Sabun Cegah Diare

Penulis: Iswidodo
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi cuci tangan dengan air bersih

TRIBUNNEWS.COM- Kelihatannya sepele tapi cuci tangan pakai sabun bisa menghindarkan penyakit diare. Demikian ditegaskan kembali oleh Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Prof dr Tjandra Yoga Aditama SpP dalam pembukaan seminar memperingati Hari Cuci Tangan Pakai Sabun (CPTS) sedunia ke-3 di Jakarta.

Hingga kini, penyakit diare masih merupakan masalah global dan banyak berjangkit di negara-negara berkembang dengan kondisi sanitasi lingkungan yang buruk, tidak cukup pasokan air bersih, kemiskinan, dan pendidikan yang rendah.

Insiden diare bervariasi di setiap daerah di setiap wilayah, musim, dan masa-masa endemik seperti kejadian luar biasa kolera. Umumnya insiden tertinggi terjadi pada dua tahun pertama usia anak yang menurun dengan meningkatnya usia. Demikian ditulis depkes.go.id

Turut hadir dalam seminar sebagai narasumber Kepala Pusat Promosi Kesehatan dr Lily S. Sulistyowati, Kepala Perwakilan WHO untuk Indonesia Dr Khanchit Limpakarnjanarat, Direktur Penyehatan Lingkungan drh  Wilfried Hasiholan Purba, pakar psikologi anak Dr Seto Mulyadi dan sebagai moderator public figure dan pemerhati perkembangan anak dr Lula Kamal. Peserta seminar adalah kepala sekolah dan guru-guru Sekolah Dasar yang berjumlah sekitar 100 orang.

Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar tahun 2007 (Riskesdas, 2007), menemukan 34% kejadian Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) dan 16% kejadian diare pada anak umur 1–4 tahun. Walaupun perilaku CTPS sudah dipahami masyarakat secara luas, namun praktiknya masih belum banyak diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Hal ini menunjukkan perlunya perhatian khusus secara berkesinambungan terhadap upaya pencegahan penyebaran penyakit tersebut terutama anak-anak. Kajian ilmiah yang dilakukan oleh Curtis and Cairncross (2003) menyarankan bahwa perilaku cuci tangan pakai sabun (CTPS) khususnya setelah kontak dengan feses (setelah ke jamban dan membantu anak ke jamban), dapat menurunkan insiden diare hingga 42 – 47%.

Selain menurunkan insiden diare, perilaku CTPS juga dapat menurunkan transmisi ISPA hingga lebih dari 30%, bahkan pada kondisi lingkungan dengan kontaminasi feses yang sangat tinggi serta sanitasi yang buruk. Bahkan UNICEF menemukan perilaku CTPS dapat juga menurunkan 50% insiden Avian Influenza.

Prof Tjandra menjelaskan, semakin banyak anak yang melakukan CTPS maka  bisa memberikan kontribusi signifikan terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Millenium  (MDGs) yaitu  menurunkan 2/3 kasus kematian anak tahun 2015 mendatang.  Secara sinergis, perilaku ini juga diharapkan membantu mencegah penyebaran virus H1N1 di Indonesia.

Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tahun 2008 menyerukan perlunya peningkatan praktik higiene sanitasi di seluruh dunia. Untuk itu sejak tahun 2008, “Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia” (HCTPS) ditetapkan pelaksanaannya secara global pada tanggal 15 Oktober setiap tahun, tambah Prof. Tjandra. (*)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini