News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Jangan Anggap Sepele Batuk Kronis, Orangtua Perlu Jeli Deteksi Dini

Penulis: Choirul Arifin
Editor: Willem Jonata
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

BATUK KRONIS ANAK - Dr Noor Zehan, Dokter Spesialis Pernapasan Anak dari Rumah Sakit Sunway, Kuala Lumpur, Malaysia, di acara MediOne Gathering di Jakarta, Sabtu, 6 Juni 2026. Dr Noor menyoroti batuk kronis pada anak yang sering dianggap sepele oleh orangtua.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dr Noor Zehan, Dokter Spesialis Pernapasan Anak dari Rumah Sakit Sunway, Kuala Lumpur, Malaysia, mengingatkan para orangtua agar mewaspadai batuk kronis pada anak usia di bawah 5 tahun.

Umumnya, orangtua menganggap batuk seperti ini sebagai hal sepele dan dianggap sebagai batuk biasa.

"Anak kecil sering batuk pilek. Kalau kita tidak cermat memperhatikan kita akan tidak mengetahui munclnya batuk kronis. Batuk kronis banyak terjadi di anak usia 5 tahun ke bawah," ungkapnya di acara MediOne Gathering di Jakarta, Sabtu, 6 Juni 2026.

Dijelaskan, untuk memastikan apakah mengalami batuk kronis, orangtua perlu mengecek riwayat sakitnya secara detil.

"Cek batuknya jenis batuk kering atau basah untuk membedakan penyakit yang dibawa. Cek juga batuknya di waktu siang ataukah di waktu malam. Misal, anak bangun dari tidur lalu batuk."

Dia juga menyarankan agar orangtua mengecek progres batuknya. Apakah pelan ataukan cepat perkembangan batuknya. Cek juga apakah disertai dengan demam atau tidak.

Baca juga: Mengapa Anak Zaman Sekarang Mudah Batuk, Alergi, dan Sesak Napas? Ternyata Tak Cuma Virus Pemicunya

Selain itu cek juga gejala lain seperti suara denging pasca anak mengalami batuk. Batuk ini kadang diikuti dengan sakit pada telinga. "Kadang hal itu terjadi sebagai penyakit ikutan pada anak yang batuk," beber Dr Noor Zehan.

Dia mengatakan, batuk yang berlangsung lebih dari 4 minggu pada anak tanpa ada tanda-tanda sembuh, orangtua harus segera membawa anak ke dokter spesialis pernapasan anak agar tidak terlambat ditangani.

Dia menegaskan, batuk kronis pada anak tidak boleh dianggap remeh. Apalagi jika disertai sesak, berat badan turun, atau mengganggu tidur malam.

"Batuk kronis pada anak juga bisa disebabkan oleh hal lain, polusi udara. Paparan polusi udara terus-menerus di lingkungan sekitar anak, misalnya asap rokok, debu, atau bahan kimia yang menguap, bisa menyebabkan batuk kronis pada anak," ungkap Dr Noor Zehan.

Dia menambahkan, batuk muncul akibat peradangan saluran napas yang memengaruhi refleks saraf di tenggorokan.

Batuk yang tak kunjung sembuh pada anak juga bisa jadi gejala asma. Tapi soal ini perlu pemeriksaan lebih dalam. "Batuk yang terus menerus pada malam hari, mengganggu kualitas tidur anak dan membuatnya lesu di pagi hari dan bisa mengganggu konsentrasi belajar," sebutnya.

Hati-hati Gunawan Obat Warung

Dr. Noor Zehan mengingatkan perlunya berhati hati menggunakan obat-obat yang dijual bebas atau yang dibeli dari warung. 

"Obat obat warung perlu berhati hati. Kadang obat obat ini ada mengandung steroid disalahgunakan sebagai obat "dewa" pereda nyeri.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini