News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Kenali Sedini Mungkin Apa Itu Kanker Paru-paru

Editor: Anwar Sadat Guna
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ilustrasi

TRIBUNNEWS.COM - Kanker paru bisa dibilang sebagai pencuri kehidupan. Kanker ini tersembunyi di buli paru. Sulit dilacak. Kalaupun kemudian diketahui, ia sudah meruyak ke bagian lain tubuh dan sudah sulit dibasmi.

Menurut Guru Besar Departemen Pulmonologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi FKUI-RS Persahabatan Menaldi Rasmin, kanker paru sulit dideteksi karena letaknya di dalam. Maksudnya, di paru yang terletak di rongga dada. Gejalanya pun tidak spesifik, hanya berupa batuk.

”Biasanya kalau pasien datang dengan keluhan batuk, dokter jarang yang curiga itu kanker,” katanya, Rabu (2/5/2012). Kalaupun dirontgen, tidak serta-merta bisa dipastikan kanker. Harus diperiksa melalui bronkoskopi dilanjutkan dengan biopsi. ”Feeling dokter di sini penting untuk bisa mendeteksi secara dini penyebab keluhan batuk,” ujar Menaldi.

Kanker paru, seperti halnya kanker lain, merupakan akibat abnormalitas sel yang membelah tak terkendali. Sel kanker paru biasanya menyebar ke kelenjar anak ginjal, hati, otak, dan tulang.

Tugas utama paru adalah melaksanakan pertukaran gas karbon dioksida yang dibuang dari aliran darah dengan oksigen yang kita hirup ke aliran darah. Paru kanan memiliki tiga ruang, sedangkan paru kiri terdiri dari dua ruang dan satu ruang kecil disebut lingula yang berfungsi seperti ruang tengah pada paru kanan.

Saluran udara utama yang masuk paru adalah cabang tenggorok (bronkus) yang berawal dari tenggorok (trakea). Bronkus bercabang-cabang kecil disebut bronkioli yang berujung pada kantong kecil disebut alveoli (buli paru) tempat gas bertukar. Paru dan dinding dada dibungkus selaput tipis disebut pleura.

Kanker paru dapat timbul di bagian mana pun dari paru. Namun, 90-95 persen bermula dari sel epitel, yakni sel yang melapisi bronkus dan bronkioli.

Menurut Menaldi, penderita kanker paru memiliki gen yang cenderung bermutasi jika berinteraksi dengan zat karsinogenik (penyebab kanker). Keyakinan ini diperkuat dengan hasil pemetaan genetik manusia (human genom project) tahun 2005. Dari hasil pemetaan itu dibuktikan bahwa gen tertentu berasosiasi dengan penyakit tertentu di kemudian hari.

Pemicu kanker paru utama adalah asap rokok. Hampir 90 persen kanker paru, baik pada perokok aktif maupun perokok pasif, disebabkan oleh rokok. Asap rokok mengandung 4.000 senyawa kimia, banyak di antaranya terbukti menyebabkan kanker. Senyawa utama yang bersifat karsinogenik adalah nitrosamin dan hidrokarbon aromatik polisiklik. Pemicu lain adalah asbes, gas radon, polusi udara dari asap kendaraan, dan industri.

Menurut situs Medicinenet.com, kasus kanker paru sangat jarang sebelum tahun 1930-an. Peningkatan dramatis kanker paru terkait peningkatan jumlah perokok. Saat ini, sekitar 3.000 kematian akibat kanker paru setiap tahun di Amerika Serikat dialami perokok pasif.

Jenis kanker paru

Menurut Menaldi, kanker paru yang paling ganas dan cepat menyebar adalah kanker paru karsinoma sel kecil (small cell lung cancer). Jenis kanker paru ini lebih efektif dibasmi dengan kemoterapi.

Jenis lain adalah kanker paru bukan karsinoma sel kecil (nonsmall cell lung cancer). Kanker yang paling umum ini (80 persen kasus) terbagi lagi menjadi karsinoma sel skuamosa, adenokarsinoma, dan karsinoma sel besar. Karsinoma skuamosa yang berada di saluran napas tumbuh sangat cepat. Jenis ini bisa diterapi dengan operasi. Adapun adenokarsinoma tumbuh di parenkim (jaringan) paru cenderung menyebar dengan cepat sehingga lebih efektif dikemoterapi.

Kanker paru umumnya tidak ada gejala awal. Pada tahap lanjut, gejalanya antara lain napas tersengal-sengal, napas berbunyi, nyeri dada, dan batuk berdarah.

Menurut Guru Besar Departemen Pulmonologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi FKUI-RS Persahabatan Anwar Jusuf, gejala kanker paru biasanya berupa batuk, berat badan turun, serta tidak nafsu makan. ”Hal itu sama dengan gejala penyakit lain, seperti tuberkulosis atau pneumonia,” katanya.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini