TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Umumnya kaum hawa yang baru melahirkan menemukanĀ stretch mark di tubunnya. Tapi jangan salah, ternyata aki-laki pun tak aman dariĀ stretch mark.
"Tapi laki-laki bisa terkena stretch mark dan perempuan yang belum melahirkan pun bisa," ujar dr. Amaranila Lalita, SpKK, Selasa (16/10/2012), di Jakarta.
Menurut dokter yang berpraktek di Rumah Puan, Cilandak, pihaknya banyak menemukan remaja dan laki-laki yang terkena stretch mark. Stretch mark merupakan garis yang meregang di tubuh, akibat rusaknya jaringan atau lapisan kedua dermis, dan mengakibatkan kolagen rusak. Di sisi lain, kolagen berfungsi menjaga keelastisan kulit dan menjaga kelembaban.
Stretch mark ditandai dengan garis-garis tipis, panjang dan lebar bervariasi, berwarna merah, ungu (awal muncul), atau putih, putih keperakan jika sudah lama.
Untuk menghilangkannya dapat dilakukan tindakan operasi, tetapi saat ini jarang dilakukan, atau dapat diaplikasikan krim khusus stretch mark.
"Pilih kualitas krim yang bisa meresap sempurna, tidak lengket, membantu menyamarkan stretch mark, dan menstimulasi terbentuknya kolagen, karena pembentukan kolagen membutuhkan waktu 28 hari."
Dalam kesempatan yang sama, Gly Derm, produk perawatan kulit dari Prancis meluncurkan produknya Gly Derm Stretch Mark Cream. Dengan ukuran 125 mililiter, kita dapat menebusnya seharga Rp 15 ribu.
Baca tanpa iklan