News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Ini Penyebab Hormon Testosteron Pria Rendah

Editor: Robertus Rimawan
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi.

TRIBUNNEWS.COM - Testosteron merupakan hormon seks pria yang paling penting.

Kekurangan atau ketidakseimbangan testosteron bisa memengaruhi perkembangan seksual, kesuburan, bahkan meningkatkan risiko penyakit kronik.

Pada masa awal kehamilan, hormon ini akan menentukan apakah janin akan berkelamin laki-laki atau perempuan.

Kekurangan hormon ini di masa kehamilan akan menyebabkan kondisi yang disebut kelamin ambigu, di mana dari pemeriksaan luar jenis kelamin bayi yang baru lahir itu tidak jelas.

Jika kekurangan testosteron (hipogonadisme) terjadi selama masa pubertas, ini bisa memperlambat pertumbuhan dan mengganggu perkembangan karateristik sekunder pria.

"Anak laki-laki dengan kondisi ini tidak mengalami perubahan suara, serta organ genitalnya tidak sempurna, misalnya penis dan testisnya kecil," kata dr Nugroho Setiawan spesialis andrologi, dalam acara dialog media bertajuk Seputar Masalah Intim Lelaki yang diadakan oleh Bayer di Jakarta (19/11/15).

Sementara itu, hipogonadisme yang dialami pria dewasa akan menyebabkan fungsi kepriaan seseorang terganggu.

Pria dengan kadar testosteron rendah akan mengalami gejala mudah lelah, loyo, libido rendah, serta disfungsi ereksi.

Perubahan suasana hati, mudah tersinggung, dan depresi, juga bisa menyertai hipogonadisme.

Penyebab

Menurut Nugroho, ada beberapa penyebab hipogonadisme pria.

Jika kekurangan testosteron terjadi pada masa pertumbuhan atau sebelum pubertas, bisa disebabkan karena kerusakan pada testis.

"Kelainan genetik bawaan, seperti kerusakan kromosom, atau juga karena testis mengalami radang atau trauma.

Kondisi ini disebut juga dengan hipogonadisme primer," ujar dokter dari RS. Fatmawati Jakarta ini.

Sementara itu pada hipogonadisme sekunder testis berkembang normal tetapi tidak berfungsi normal karena kurangnya rangsangan dari hormon pituitari di otak.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini