Karena adanya mutasi gen, biasanya hanya menimpa satu dari sekian banyak anak orangtuanya.
“Berbeda dengan kelainan keturunan, itu bisa jadi semua anak orangtuanya terkena, tetapi karena ini bawaan lahir jadi satu orang dia aja yang kena,” tuturnya.
Mutasi gen itu kemudian menyebabkan hormon neurokimia di otak terganggu.
Itu adalah semacam molekul organik yang terlibat dalam aktivitas sistem saraf.
“Efek lanjutannya adalah bisa mengganggu sistem fungsi tidur penderitanya,” tutupnya.
(banjarmasinpost.co.id/yayu fathilal)
Baca tanpa iklan