Sementara untuk data kematian akibat HIV ini sangat sulit dilacak karena tidak semua penderita meninggal di rumah sakit.
Sementara itu koordinator acara dari yayasan Ayo Bicara HIV/AIDS, I Made Yuda Prawira mengatakan bahwa kasus HIV/AIDS di Bali memang meningkat dari tahun sebelumnya.
Namun kabar baiknya masyarakat semakin punya kesadaran untuk memeriksakan dirinya.
Prawira juga menyinggung, secara pengetahuan masyarakat terkait HIV ini memang tinggi namun sikap dan perilakunya yang masih rendah.
"Pola pikir masyarakat sulit dirubah, harus dengan kesadaran. Mereka selalu bilang sudah tahu padahal sikapnya masih nol besar," paparnya.
Karena melihat kondisi HIV di Bali yang cukup tinggi, pihaknya pun melakukan edukasi kepada remaja di seluruh Bali dan telah menyasar hampir semua sekolah sejak tahun 2010. (*)
Artikel ini telah tayang di tribun-bali.com dengan judul Tercatat Ada 19.286 Orang Terinfeksi HIV/AIDS di Bali Hingga Juni 2018
Baca: Bagaimana PMI Cegah Penularan HIV AIDS Melalui Transfusi Darah?
Baca: Mengapa Ibu Rumah Tangga Rentan Tertular HIV/AIDS?
Baca tanpa iklan