News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Menakar Nutrisi Dada dan Paha Ayam, Mana yang Lebih Bergizi? Begini Cara Mengolah yang Sehat

Editor: Anita K Wardhani
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Warga membeli ayam potong di Pasar Kosambi, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kota Bandung, Senin (23/7/2018). Harga ayam potong di pasar tradisional di Kota Bandung dalam dua minggu terakhir terus merangkak naik hingga saat ini menembus Rp 44.000 per kg. Kenaikan harga tersebut berdampak menurunnya omzet penjualan para pedagang ayam potong hingga 40 persen. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN)

2. Lemak
Perbedaan kandungan gizi pada dada ayam dan paha ayam lebih jelas terlihat pada kandungan lemaknya.

Ternyata, dada ayam lebih rendah lemak daripada paha ayam.

Setiap 85 gram dada ayam panggang mengandung 7 gram lemak total dan 2 gram lemak jenuh.

Jumlah ini merupakan 10 persen dan 9 persen dari asupan harian yang disarankan.

Sementara itu, paha ayam dengan porsi yang sama mengandung 13 gram lemak total dan 3,5 gram lemak jenuh. Jumlah ini setara dengan 20 persen asupan harian lemak total dan 18 persen lemak jenuh yang disarankan.

Maka untuk menurunkan kandungan lemaknya, Anda bisa menyingkirkan bagian kulit pada dada dan paha ayam sebelum dikonsumsi.

Ingin sajikan rendang di Hari Raya Idul Fitri tapi harga daging sapi mahal? Ganti dengan daging ayam! Ini berbagai resep rendang ayam mudah dan lezat. (Sajian Sedap)

3. Kalori

Perbedaan jumlah kalori dalam dada ayam dan paha ayam juga terlihat cukup timpang.

Setiap 85 gram dada ayam mentah mengandung 170 kalori, sementara paha ayam mengandung 210 kalori.

Hal ini menunjukkan bahwa paha ayam mengandung jumlah kalori yang lebih tinggi daripada dada ayam.

4. Kolesterol

Kandungan kolesterol pada dada maupun paha ayam tergolong sedang.

Setiap 85 gram dada ayam mengandung 70 miligram kolesterol atau 24 persen asupan harian yang disarankan.

Sementara untuk paha ayam dengan porsi yang sama mengandung 80 miligram kolesterol, atau 26 persen asupan harian yang disarankan.

Mengonsumsi makanan tinggi kolesterol dan lemak jenuh dapat meningkatkan risiko terjadinya penumpukan plak di pembuluh darah sehingga dapat menyebabkan penyakit jantung.

Halaman
1234
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini