News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Perokok dan yang Bukan Punya Potensi Sama Besar Idap Kanker Paru-paru, Bagaimana Mencegahnya?

Editor: Willem Jonata
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi kanker paru-paru

TRIBUNNEWS.COM - Bagi perokok atau bukan perokok, ternyata punya peluang yang sama mengidap kanker paru-paru.

Bahkan bisa dikatakan peluangnya juga sama besar.

Menurut data Cleveland, orang yang menjadi perokok pasif, terpapar asber atau radon, atau memiliki riwayat keluarga dengan kanker paru-paru pun juga berisiko mengalaminya.

Selama ini, banyak dari kita berpikir hanya perokok aktif yang akan mengalami kanker paru-paru.

Menurut ahli kanker Nathan Pennell, sebagian besar mereka yang meninggal karena kanker paru-paru telah berhenti merokok jauh sebelum mereka didiagnosis kanker paru-paru.

Baca: Menjawab Kemungkinan Penderita Stroke Bisa Sembuh dan Hidup Normal

"Ada stigma besar yang terkait dengan kanker paru-paru karena mayoritas orang yang meninggal akibatnya adalah perokok atau mantan perokok," tambahnya.

Padahal, siapa pun yang terpapar karsinogen berisiko besar mengalami kanker paru-paru.

Jadi, kanker paru-paru adalah penyakit yang harus menjadi perhatian semua orang.

Asap tembakau adalah salah satu zat paling adiktif yang dikenal manusia. Kecanduan adalah penyakit.

"Entah perokok atau tidak, semua orang harus berusaha maksimal agar terhindar dari penyakit ini," ucapnya.

Gejala kanker paru-paru

Deteksi awal adalah kunci untuk kesembuah penyakit ini. Itu sebabnya, kita perlu lebih peka terhadap gejala awal kanker paru-paru.

Baca: Panduan Menjalankan Masa New Normal Bagi Penderita Penyakit Jantung

Menurut laman Cancer Center, gejala awal kanker paru-paru bisa batuk ringan atau sesak napas, tergantung pada bagian mana dari paru-paru yang terpengaruh.

Ketika kanker berkembang, gejala-gejala ini dapat menjadi lebih parah atau intens.

Seperti banyak jenis kanker lainnya, kanker paru-paru juga dapat menyebabkan gejala sistemik, seperti kehilangan nafsu makan atau kelelahan.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini