TRIBUNNEWS.COM - Berikut penjelasan tentang Sleeping Beauty Syndrome, lengkap dengan gejala dan penyebabnya.
Sleeping Beauty Syndrome juga biasa disebut dengan Kleine-Levin Syndrome (KLS).
Dikutip dari klsfoundation.org, Kleine-Levin Syndrome (KLS) adalah gangguan neurologis yang langka dan kompleks yang ditandai dengan periode berulang jumlah tidur yang berlebihan.
Selain tidur yang berlebihan, perilaku pasien Sindrom Kleine-Levin (KLS) juga berubah, sering "lalai" atau seperti anak kecil.
Baca: Mengenal Sindrom Putri Tidur, dari Penyebab Hingga Cara Mengobatinya
Baca: Manfaat Tidur dengan Meletakkan Bawang Putih di Bawah Bantal, Terasa Sampai Besok Pagi
Ketika bangun pasien mengalami kebingungan, disorientasi, kekurangan energi (kelesuan), dan kurangnya emosi (apatis).
Sebagian besar pasien melaporkan bahwa segala sesuatu tampaknya tidak fokus, dan mereka sangat sensitif terhadap kebisingan dan cahaya.
Gejala KLS bertahan selama berhari-hari, berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan, di mana saat itu semua kegiatan normal sehari-hari berhenti.
Dikutip dari healthline.com, Sleeping Beauty Syndrome atau KLS merupakan gangguan yang langka.
Orang yang mengalaminya bisa saja tidur hingga 20 jam dalam sehari.
Gangguan ini dapat menyerang siapa saja, tetapi sekitar 70 persen orang yang mengalami KLS adalah laki-laki.
KLS juga bisa menyerang seseorang untuk waktu yang panjang yakni hingga 10 tahun lamanya.
Hal itu menyebabkan KLS memiliki dampak yang luar biasa untuk kehidupan.
Hal ini juga dapat memicu kecemasan dan depresi, terutama karena tidak tahu berapa lama syndrome ini menyerang.
Lalu, apa saja gejalanya?