Psikolog Titik menjelaskan, anak-anak autis memang memiliki kekurangan dalam berbahasa, namun sebaliknya mereka mempunyai kelebihan dalam visualisasi.
Mereka akan lebih cepat mencerna sesuatu ketika hal itu tampak oleh mata mereka.
“Kita ngomong makan mungkin mereka gak paham, tapi kalau mereka melihat benda piring dan ada nasi disitu, (mereka akan berpikir bahwa) oh berarti ini makan. Kalau ini sering kita ulang-ulang (berbicara kepada mereka sambil memperlihatkan visual), lama-lama mereka bisa menangkap suara (bunyi) makan itu artinya makan, ada makna aku bisa kenyang,” kata Titik.
Baca tanpa iklan