- Berbagi makanan atau minuman;
- Air liur, air mata, serta keringat;
- Handuk dan tempat tidur;
- Nyamuk atau serangga.
Pengobatan HIV
Untuk mengurangi laju penularan HIV di masyrakat, pada 1996 ditemukannya pengobatan antiretroviral (ARV).
Antiretroviral (ARV) ini merupakan bagian dari terapi pengobatan penderita HIV agar mengurangi risiko penularannya, menghambat perburukan infeksi oportunisitk, dan meningkatkan kualitan hidup pendertia HIV.
Dikutip dari kemkes.go.id, WHO merekomendasikan ARV jenis dolutegravir untuk obat pengidap HIV.
Dolutegravir ini berguna untuk menghambat integrase enzim yang dibutuhkan oleh HIV untuk memasukkan virusnya ke DNA dari sel T CD4.
Diketahui, dolutegravir ini menghambat pekerjaan enzim tersebut agar vidrus tidak tersebar luas.
Dosis dolutegravir
- Untuk pasien dewasa dan remaja di atas usia 12 tahun dengan berat badan 40 kg atau lebih, serta pernah atau belum pernah mengonsumsi ARV akan diberi dosis 50 mg sehari sekali.
- Untuk 50 mg dua kali sehari akan diberikan kepada pasien yang sudah pernah mengonsumsi penghambat integrase.
- Sebanyak 50 mg dua kali sehari juga diberikan kepada mereka yang mengonsumsi obat-obatan tanpa mempertimbangkan paparan terhadap penghambat integrasenyam seperti obat efavirenz, rifampin, ritonavir, dan tipranavir.
Efek samping dolutegravir
Mereka yang mengonsumsi obat dolutegravir ini akan merasakan efek sampingnya seperti sakit kepala, mual, hingga diare.
Tetapi, proporsi dengan reaksi parahnya hanya satu persen.
(Tribunnews.com/Pondra Puger)
Baca tanpa iklan