Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Selain masalah kesehatan paru-paru, terpapar polusi dalam jangka waktu panjang bisa munculkan kardiovaskular atau sakit jantung.
Hal ini diungkapkan oleh Dokter spesialis paru dr Agus Dwi Susanto, SpP dalam media briefing virtual yang diadakan oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI).
"Masalah kesehatan selain paru-paru adalah kardiovaskular jantung," ungkapnya pada media briefing virtual, Kamis (10/8/2023).
Dr Agus pun menjelaskan bagaimana kaitan polusi dengan munculnya penyakit jantung.
Partikel polutan, pm itu ketika masuk ke alveoli dia akan segera masuk ke pembuluh darah.
Situasi ini menyebabkan terjadinya inflamasi sistemik dan sistemik oksdatif stress yang berakhi pada gangguan jantung.
Paparan polusi udara, partikulat meter (Pm) 2.5 meningkatkan stres oksidatif dan inflamasi di pembuluh darah.
Inflamasi pun membentuk plak, disfungsi pembuluh darah, ateroskleorosis hingga iskemia miokard.
Selain itu, polusi juga berhubungan dengan terjadinya hipertensi hingga pembekuan darah yang berujung pada penyakit jantung.
"Dikatakan di Amerika Serikat, setiap kenaikan 10 ug/m polutan partikhlat meter (PM) 2.5, ada kenaikan 1,28 persen pasien berusai 65 tahun yang masuk rumah sakit akibat serangan jantung," papar dr Agus lagi.
Lebih lanjut, dr Agus mengatakan dari 6,7 juta kematian prematur akibat polusi udara, sebanyak 37 persen adalah penyakit jantung iskemia atau koroner.
Baca tanpa iklan