News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Jangan Anggap Sepele Bintitan Berulang, Dokter Ungkap Bisa Jadi Tanda Penyakit Serius

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Willem Jonata
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TIROID MATA - Dokter Spesialis Mata RS Pondok Indah–Puri Indah, dr. Tri Wahyu, Sp.M menjelaskan kondisi thyroid eye disease yang dapat menyebabkan mata tampak melotot, kelopak sulit menutup, hingga penglihatan ganda di Jakarta Pusat, Rabu (3/6/2026).

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Hampir semua orang pernah mengalami bintitan. Kelopak mata terasa nyeri, merah, bengkak, lalu muncul benjolan kecil yang mengganggu aktivitas.

Sebagian besar kasus memang ringan. Namun dokter mata mengingatkan, tidak semua benjolan di kelopak mata bisa dianggap bintitan biasa. Terutama jika muncul berulang di lokasi yang sama.

Dokter Spesialis Mata RS Pondok Indah – Puri Indah, dr. Tri Wahyu, Sp.M mengatakan, masyarakat sering menyebut semua benjolan kelopak mata sebagai bintitan.

Padahal, secara medis ada beberapa kondisi berbeda.

Ternyata Ada Dua Jenis Bintitan

Menurut dr. Tri, bintitan yang paling sering ditemukan terbagi menjadi dua kelompok besar, yaitu hordeolum dan kalazion.

Hordeolum umumnya muncul akibat infeksi pada kelenjar di tepi kelopak mata.

Biasanya terasa nyeri, tampak merah, dan lebih cepat meradang. Sementara kalazion lebih berkaitan dengan penyumbatan kelenjar minyak di kelopak mata.

Benjolan cenderung lebih keras dan tidak selalu terasa sakit.

“Untuk awam iya, dimanapun posisinya disebut bintitan. Mau di tepi kelopak banget atau di atasnya lagi tetap disebutnya bintitan. Tapi sebenarnya ini adalah dua kondisi yang berbeda,” jelas dr. Tri pada media briefing di Jakarta Pusat, Rabu (3/6/2026). 

Debu dan Aktivitas Outdoor Bisa Memicu Bintitan

Paparan lingkungan disebut ikut meningkatkan risiko. Orang yang sering beraktivitas di luar ruangan, naik motor, atau terpapar debu lebih rentan mengalami penyumbatan kelenjar di kelopak. Debu dapat memicu penumpukan kotoran.

Baca juga: Sama-Sama Ada Benjolan, Ini Beda Bintitan dengan Tumor Kelopak Mata

Saat saluran tersumbat, infeksi lebih mudah terjadi. Akibatnya muncul pembengkakan dan benjolan.

Pada kasus hordeolum, dokter biasanya memberikan terapi antibiotik dalam bentuk tetes, salep, atau obat minum pada kondisi tertentu.

Sedangkan kalazion lebih sering ditangani dengan kompres hangat dan pijatan ringan di area kelopak.

Waspadai Bila Benjolan Muncul Lagi di Tempat yang Sama

Yang perlu diwaspadai adalah ketika benjolan terus berulang. Terutama bila lokasinya sama dan tidak membaik meski sudah diobati.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini