News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Kesehatan

Balita Konsumsi Susu Kental Manis, Waspada Dampak Kesehatannya saat Dewasa

Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Bobby Wiratama
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ANAK MINUM SUSU - Ilustrasi anak minum susu yang diunduh dari Pexels pada Jumat (18/7/2025)Sebanyak 72 pasang orang tua dan balita  dari tiga daerah mengikuti pertemuan mingguan guna mengetahui perkembangan dan hambatan yang dialami orang tua. Pertemuan diisi  berbagai kegiatan interaktif, seperti edukasi tentang makanan aman untuk balita, alternatif pengganti kental manis, hingga pelatihan memasak memanfaatkan bahan di sekitar yang mudah dijangkau. Sebelumnya, mayoritas orang tua mengira kental manis adalah susu biasa yang aman dikonsumsi anak.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Konsumsi susu kental manis (SKM) pada balita masih menjadi momok kesehatan di masyarakat.

Kebiasaan itu dikhawatirkan berdampak pada kesehatan anak saat dewasa

Majelis Kesehatan (Makes) PP Aisyiyah baru saja selesai melakukan program pendampingan gizi di tiga wilayah yakni Pamijahan, Kabupaten Bogor; Muaro Jambi; dan Kupang.

Selama dua bulan dari Mei hingga Juni kader memberikan pendampingan dan memantau pola makan anak.

Koordinator Divisi Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat MaKes PP Aisyiyah, Dr. dr. Ekorini Listiowati, MMR., mengatakan program ini untuk mengubah kebiasaan konsumsi kental manis pada balita.

Selain itu, diharapkan penerima manfaat juga sudah terbiasa dengan konsumsi makanan sehat.

“Harapannya masyarakat yang sudah merasakan manfaat dari pendampingan ini melakukan replikasi, atau menyampaikan ke keluarga lain,” kata Ekorini dikutip di Jakarta, Kamis (17/7).

Sebanyak 72 pasang orang tua dan balita  dari tiga daerah mengikuti pertemuan mingguan guna mengetahui perkembangan dan hambatan yang dialami orang tua.

Pertemuan diisi  berbagai kegiatan interaktif, seperti edukasi tentang makanan aman untuk balita, alternatif pengganti kental manis, hingga pelatihan memasak memanfaatkan bahan di sekitar yang mudah dijangkau.

Sebelumnya, mayoritas orang tua mengira kental manis adalah susu biasa yang aman dikonsumsi anak.

Kesalahan konsumsi ini berlangsung bertahun-tahun.

Baca juga: RI Perlu Pertimbangkan Strategi Pengurangan Bahaya Tembakau Sebagai Pengendalian Rokok Nasional

“Karena dipikir itu susu, kan dulu bahkan ada nyanyinya susu enak hingga tetes terakhir,” ujar Ance, salah satu peserta pendampingan asal kota Kupang.

Semangat kader menjadi kunci dalam mengubah kesalahpahaman tersebut.

Mereka tidak hanya menyampaikan materi edukasi gizi, tetapi juga menjalin komunikasi yang dekat dan membangun kepercayaan.

Oleh karena itu Makes Aisyiyah berharap melalui kegiatan ini, maka semakin banyak masyarakat yang terdampak.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini