News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Tips Kesehatan

Apa yang Terjadi pada Otak Saat Minum Kopi? Ini Penjelasan Ahli Gizi

Penulis: Widya Lisfianti
Editor: Bobby Wiratama
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

KOPI - Grafis dibuat di Canva Premium pada Senin (21/7/2025). Apa yang Terjadi pada Otak Saat Minum Kopi? Ini Penjelasan Ahli Gizi

TRIBUNNEWS.COM - Kopi adalah salah satu minuman paling populer di dunia. 

Selain aromanya yang khas dan rasanya yang nikmat, kopi juga dikenal memiliki efek stimulan yang kuat terhadap tubuh, khususnya otak. 

Kopi berasal dari biji tanaman Coffea, yang termasuk dalam famili Rubiaceae. 

Tanaman ini tumbuh subur di daerah tropis, termasuk Indonesia. 

Setelah dipanggang dan digiling, biji kopi diseduh menjadi minuman yang mengandung ratusan senyawa bioaktif, yang paling terkenal adalah kafein.

Minum kopi tidak hanya menyegarkan pikiran, tetapi juga memiliki dampak langsung terhadap otak, seperti yang telah ditinjau oleh Kimberley Rose-Francis, seorang ahli gizi bersertifikat asal Amerika Serikat.

Beberapa senyawa aktif penting dalam kopi meliputi:

  • Kafein: Stimulan utama yang memengaruhi sistem saraf pusat.
  • Asam klorogenat: Antioksidan polifenol yang bermanfaat untuk metabolisme gula darah dan tekanan darah.
  • Cafestol dan kahweol: Senyawa minyak alami dalam kopi yang terutama ditemukan pada kopi tanpa penyaring.
  • Trigonelin: Senyawa alkaloid yang saat dipanggang berubah menjadi niasin (vitamin B3).

Baca juga: Arti Larangan Minum Kopi Bagi Suku-Suku Suriah, Genderang Perang Bagi Druze yang Dilindungi Israel

Bagaimana Kopi Mempengaruhi Otak?

1. Menghambat Adenosin, Meningkatkan Kewaspadaan

Kafein bekerja dengan menghalangi reseptor adenosin, yaitu zat kimia di otak yang biasanya menyebabkan rasa kantuk. 

Dengan memblokir adenosin, kafein mencegah neuron melambat dan justru membuat otak tetap aktif dan waspada.

2. Meningkatkan Kinerja Otak

Kafein diketahui dapat:

  • Memperbaiki suasana hati
  • Meningkatkan waktu reaksi
  • Menajamkan fokus dan perhatian
  • Memperkuat kemampuan belajar
  • Meningkatkan fungsi mental secara umum

Hal ini terjadi karena kafein juga merangsang pelepasan neurotransmiter (zat kimia dalam otak dan sistem saraf yang berfungsi untuk mengirimkan sinyal antar sel saraf (neuron)) lain, seperti dopamin, serotonin, dan noradrenalin.

Namun, seiring waktu tubuh dapat mengembangkan toleransi terhadap kafein, sehingga efeknya bisa berkurang bila dikonsumsi terus-menerus dalam jumlah besar.

3. Pengaruh terhadap Memori

Penelitian mengenai efek kafein terhadap ingatan masih beragam. Beberapa studi menunjukkan bahwa kafein bisa meningkatkan memori jangka pendek dan panjang, sementara yang lain tidak menemukan efek signifikan. 

Salah satu studi menunjukkan bahwa kafein dapat memperkuat memori terhadap gambar yang dipelajari, membuatnya lebih tahan terhadap lupa.

4. Melawan Kelelahan, Tapi Bisa Mengganggu Tidur

Kopi sering dikonsumsi untuk mengusir rasa lelah. Namun, efek stimulan ini bersifat sementara. 

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini