Artinya, deteksi dini harus dibarengi dengan intervensi kesehatan lanjutan, termasuk edukasi bagi orang tua dan guru, penyuluhan bagi siswa, serta penciptaan ekosistem sekolah sehat yang konsisten.
Lingkungan sekolah yang sehat tak hanya bicara soal gedung bersih atau kantin bersertifikasi.
Menurut Dicky sekolah juga harus menjadi tempat yang membangun kesadaran hidup sehat, baik dari segi pola makan, aktivitas fisik, hingga pemilihan jajanan.
Langkah kecil seperti menyediakan air putih sebagai pilihan utama, menanamkan kebiasaan membaca kandungan gizi di kemasan.
Baca juga: Dimulai 4 Agustus, Siapa Saja yang Bisa Ikut Program Cek Kesehatan Gratis Sekolah?
Serta mensosialisasikan pentingnya makan bergizi dan berimbang perlu dijadikan bagian dari kurikulum non-formal.
Kesadaran itu harus dibangun dari hulu ke hilir, mulai dari siswa, guru, kepala sekolah, hingga penjaga dan pedagang sekitar sekolah.
Baca tanpa iklan