News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Kesehatan

Bahaya Kol Goreng bagi Kesehatan, Simak Penjelasan Ahli Gizi

Penulis: Lanny Latifah
Editor: Garudea Prabawati
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ILUSTRASI KOL GORENG - Ilustrasi kol goreng diambil dari laman Freepik pada Kamis (11/9/2025). Konsumsi kol goreng secara berlebihan ternyata berpotensi memberikan dampak negatif bagi kesehatan, berikut adalah bahaya kol goreng bagi kesehatan.

TRIBUNNEWS.COM - Kol goreng menjadi hidangan pendamping atau lauk favorit banyak orang karena rasanya yang gurih dan teksturnya yang renyah.

Kol sendiri adalah sayuran yang kaya akan vitamin C, serat, dan berbagai antioksidan yang baik bagi kesehatan tubuh.

Namun, metode pengolahan sayur yang kurang tepat, seperti menggoreng, dapat menyebabkan berkurangnya kandungan gizi pada sayuran tersebut.

Konsumsi kol goreng secara berlebihan ternyata berpotensi memberikan dampak negatif bagi kesehatan.

Oleh karena itu, ahli gizi mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam mengonsumsinya.

Menurut Dr. Zuraidah Nasution, dosen Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia IPB University, proses menggoreng dapat merusak kandungan zat gizi mikro pada sayuran, terutama vitamin yang larut dalam air.

"Cara terbaik mengolah sayuran adalah dengan menggunakan prinsip pemaparan panas yang minimal dan penggunaan air yang tidak berlebih, seperti ditumis atau dikukus," jelasnya, dilansir dari situs resmi IPB University, Kamis (11/9/2025).

Menggoreng sayuran, terutama dengan teknik deep frying, menyebabkan air dalam sayuran menguap.

Hal ini menciptakan rongga yang kemudian terisi oleh minyak goreng, sehingga menambah asupan lemak dan kalori ke dalam tubuh.

"Tanpa disadari, kita menambahkan lemak ekstra ke tubuh hanya karena ingin mendapatkan tekstur renyah dari sayur yang digoreng," tambah Dr. Zuraidah.

Selain meningkatkan kandungan lemak, proses penggorengan dengan suhu tinggi juga dapat memicu oksidasi lemak dalam minyak goreng.

Baca juga: Batas Konsumsi Gula, Garam, dan Lemak per Hari Menurut WHO

Oksidasi ini menghasilkan senyawa berbahaya, termasuk senyawa karsinogenik yang berpotensi meningkatkan risiko kanker jika dikonsumsi dalam jangka panjang.

Meskipun kol goreng sebagai pelengkap pecel lele terasa nikmat dan menambah selera makan, perlu diingat bahwa sayuran sebaiknya diolah dengan cara yang lebih sehat.

Sayur tetap dapat memiliki tekstur renyah tanpa harus digoreng, yakni dengan cara mengukus atau menumis dengan waktu singkat dan sedikit air.

"Sayur yang digoreng memang enak. Namun, akan jauh lebih baik dan menyehatkan bila kita mengolahnya dengan teknik yang mempertahankan nilai gizinya," pesan Dr. Zuraidah.

Halaman
1234
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini